Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KONDISI infrastruktur pasar tradisional di Kota Depok, Jawa Barat, kian mengkhawatirkan. Salah satunya terlihat di Pasar Tugu Pal, Kecamatan Cimanggis, yang kini dalam kondisi kumuh, tidak terawat, hingga berisiko tinggi terjangkap banjir akibat buruknya sistem drainase.
Berdasarkan pantauan pada Rabu (11/2), pasar yang berada di bawah naungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Depok ini menunjukkan pemandangan yang memprihatinkan.
Terletak strategis di pinggir Jalan Raya Bogor dan berbatasan langsung dengan Jakarta Timur, pasar ini justru dipenuhi tenda kios yang sobek, tiang penyangga rapuh, hingga lantai keramik yang pecah.
Selain kendala fisik, pasar tersebut juga kerap dijadikan tempat berkumpulnya gelandangan dan pengemis (gepeng) pada malam hari, yang menambah kesan tidak aman bagi lingkungan sekitar.
Keluhan Pedagang
Sejumlah pedagang menyatakan bahwa predikat 'pasar rakyat' sudah tidak layak disematkan pada Pasar Tugu Pal. Rio, salah satu pedagang perabotan rumah tangga, mengeluhkan buruknya sanitasi dan minimnya fasilitas penunjang. "Kebersihan kurang, menimbulkan aroma tidak sedap dan lingkungan tidak higienis," kata Rio.
Ia menambahkan, fasilitas umum seperti ruang menyusui bayi sangat minim, ditambah pencahayaan yang kurang sehingga area pasar terasa gelap dan lembap.
"Pencahayaan kurang membuat pedagang tidak nyaman. Selain kemacetan, kabel menjuntai, parkir liar menghambat arus lalu lintas dan pedagang kaki lima (PKL) yang tidak tertata menambah kesemrawutan," ungkapnya.
Manajemen UPT Dipertanyakan
Persoalan klasik ini diduga terjadi akibat lemahnya manajemen serta minimnya perhatian Pemerintah Kota Depok. Diketahui, pasar ini belum pernah menyentuh tahap revitalisasi besar selama puluhan tahun.
Upi, pedagang lainnya, mengaku pihak pedagang telah berulang kali mengusulkan perbaikan infrastruktur kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar, namun hingga kini tidak ada realisasi. Padahal, para pedagang tertib membayar iuran kebersihan dan keamanan setiap hari.
"Dampak ketidakmampuan UPT mengelola pasar, munculnya penurunan omzet akibat sepinya pembeli, diperparah dengan persaingan belanja online. Pasar yang kumuh ini membutuhkan intervensi segera dari pemerintah daerah, untuk meningkatkan kelayakan dan kenyamanan transaksi jual beli," ucap Upi.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada otoritas terkait belum membuahkan hasil. Kepala UPT Pasar Tugu Pal, Ikhwan Suryadin Nasution, enggan menemui awak media meskipun sedang berada di kantor.
"Tadi ada. Perginya ke mana tidak tahu," ujar salah satu staf kantor UPT saat dikonfirmasi mengenai keberadaan pimpinannya.
Kondisi pasar yang kumuh dan manajemen yang dinilai tidak kompeten ini kini menjadi sorotan tajam, mengingat dampaknya yang langsung memukul perekonomian para pedagang lokal di Depok. (KG/P-2)
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sebagian wilayah Condet, Jakarta sudah kebanjiran, Jumat (30/1).
Kondisi ini memaksa pengendara untuk ekstra waspada dan menurunkan kecepatan secara drastis guna menghindari kecelakaan.
Jarak struktur bangunan yang tidak terlalu menempel pada lereng menjadi faktor kunci minimnya dampak fatal.
Pemerintah Kota Depok turut mengeluarkan peringatan dini bagi warga, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah dengan topografi perbukitan atau dekat aliran sungai.
Revitalisasi mesti diarahkan pada konsep pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD).
Mendikdasmen menegaskan revitalisasi diprioritaskan bagi sekolah di daerah terdampak bencana, dan sekolah terpencil serta sekolah rusak.
Pelaksanaan revitalisasi tahun 2025 dilakukan dengan sistem swakelola, dengan total progres 95 persen terselesaikan dari total 16.171 penerima manfaat program.
Pasar Baru masih memiliki kesan usang atau 'jadul' yang memerlukan sentuhan modernisasi, mulai dari estetika visual hingga infrastruktur pendukung.
Dengan integrasi moda transportasi yang kuat, Kota Tua tidak hanya akan menjadi destinasi wisata statis, tetapi juga motor penggerak ekonomi baru bagi Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved