Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Revitalisasi Pasar Baru Ditargetkan Rampung 2027, Terhubung ke Kota Tua Jakarta

Mohamad Farhan Zhuhri
12/2/2026 14:21
Revitalisasi Pasar Baru Ditargetkan Rampung 2027, Terhubung ke Kota Tua Jakarta
Suasana pertokoan dan jalanan di kawasan Pasar Baru, Jakarta, beberapa waktu lalu .(MI/Susanto)

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta mulai memetakan revitalisasi kawasan legendaris Pasar Baru sebagai bagian dari penataan terintegrasi koridor Kota Tua hingga Lapangan Banteng. Penataan ini dilakukan secara bertahap berbasis blueprint demi memastikan sinergi dengan pembangunan transportasi massal di Jakarta.

Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menegaskan pentingnya perencanaan matang agar pengerjaan fisik tidak tumpang tindih.

“Pak Gubernur sudah menunjuk Pak Wagub sebagai ketua penataan beberapa kawasan. Siang ini pun kami rapat penataan Kota Tua dan Pasar Baru. Nantinya Pasar Baru akan terhubung dengan Lapangan Banteng, Gedung Kesenian Jakarta, Pos Bloc, hingga dua ikon ibadah, Istiqlal dan Katedral,” ujar Elly, sapaan akrabnya, kepada awak media, Kamis (12/2).

Fokus Konektivitas dan Warisan Budaya
Tahap awal revitalisasi difokuskan pada penyelesaian proyek transportasi berbasis transit oriented development (TOD). Hal ini mencakup konektivitas hingga Monas dan kelanjutan MRT Jakarta fase 2 menuju Kota Tua. Targetnya, pada 2027 pekerjaan fisik di permukaan tanah dapat rampung. “Jangan sampai kawasannya sudah jadi, tapi nanti ada pembangunan transportasi lagi. Itu sayang,” tegas Elly.

Selain transportasi, Pemprov DKI berkomitmen menjaga nilai sejarah kawasan. Revitalisasi fisik pertama akan menyasar Pasar Atom di bawah pengelolaan Perumda Pasar Jaya. Selain renovasi bangunan, lahan seluas 800 meter persegi di area belakang akan dioptimalkan. “Tidak sekadar jadi pasar modern yang bersih, tapi di belakangnya akan dijadikan pusat kuliner,” tambahnya.

Kolaborasi dengan Pemilik Aset
Konsep penataan Pasar Baru dipastikan tetap mempertahankan fasad bangunan bersejarah. Pemprov DKI menggandeng Tim Sidang Pemugaran (TSP) dan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) untuk memastikan kaidah pelestarian tetap terjaga.

“Yang heritage tetap heritage. Fasadnya dipertahankan, tapi fungsi di dalamnya bisa menyesuaikan. Kami tidak gegabah, ada pendampingan Tim Cagar Budaya,” jelasnya.

Meski demikian, Elly mengakui tantangan dalam menata bangunan milik swasta. Diperlukan kolaborasi dan sosialisasi intensif agar pemilik gedung mendukung visi besar ini.

“Asetnya tidak semua milik Pemprov. Ini perlu sosialisasi. Kalau kawasan tumbuh jadi pusat ekonomi lagi, tentu pemilik juga diuntungkan,” katanya.

Potensi Ekonomi Kreatif
Langkah revitalisasi ini diharapkan memperkuat geliat ekonomi kreatif, seperti tur jalan kaki (walking tour) “Walk Indies” yang menghubungkan Pasar Baru, Glodok, hingga Pancoran. Aset milik Pemprov lainnya, seperti Istana Pasar Baru yang dikelola BPAD, juga masuk dalam prioritas penataan awal.

Saat ini, blueprint penataan sedang dimatangkan untuk memastikan konsistensi konsep di masa depan.

“Sekarang sudah berproses. Kami siapkan rencananya matang dulu. Nanti tentu kami lihat juga respons masyarakat. Kritik tidak apa-apa, kami tidak boleh kuping tipis,” pungkas Elly. (Far/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya