Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Revitalisasi Kawasan Bersejarah, Pemprov DKI Tata Pasar Baru hingga Kota Tua di Pertengahan 2026

Golda Eksa
08/1/2026 12:18
Revitalisasi Kawasan Bersejarah, Pemprov DKI Tata Pasar Baru hingga Kota Tua di Pertengahan 2026
Suasana pertokoan dan jalanan di kawasan Pasar Baru, Jakarta .(MI/Susanto)

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menyiapkan proyek besar penataan kawasan ikonik ibu kota. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan revitalisasi kawasan Pasar Baru, Glodok, Pecinan, hingga Kota Tua akan mulai dieksekusi pada pertengahan tahun 2026.

Penataan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali pusat-pusat ekonomi lama dan mengintegrasikannya sebagai destinasi wisata unggulan.

“Jadi, di pertengahan tahun ini, kita rapikan dan kita kerjakan untuk Pasar Baru, Glodok, Pecinan dan Kota Tua,” kata Pramono Anung saat dijumpai di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (8/1).

Menunggu Proyek MRT
Meski telah masuk dalam agenda utama, Pramono menjelaskan bahwa revitalisasi Pasar Baru belum bisa dilakukan secara instan. Saat ini, fokus utama Pemprov DKI masih tertuju pada penyelesaian proyek moda raya terpadu (MRT) fase lanjutan.

“Sekarang ini kan konsentrasi kita sedang menyelesaikan untuk MRT. Mungkin, kalau nggak minggu-minggu ini atau minggu depan, kita akan mulai groundbreaking untuk MRT yang ada di Duta Merlin,” ujar Pramono.

Pramono mengaku optimistis dapat mengulang kesuksesan pembenahan kawasan Blok M yang kini kembali produktif dan ramai dikunjungi warga. "Setelah Blok M berhasil kita benahi dan kini ramai kembali, giliran Pasar Baru yang akan kita revitalisasi," tuturnya.

Konsep Pusat Oleh-Oleh Jakarta
Berdasarkan tinjauan lapangan, Pramono menilai Pasar Baru masih memiliki kesan usang atau 'jadul' yang memerlukan sentuhan modernisasi, mulai dari estetika visual hingga infrastruktur pendukung.

Rencana revitalisasi ini akan mencakup penataan transportasi, penyediaan lahan parkir yang lebih tertata, hingga pembersihan aliran sungai di sekitar kawasan. Salah satu target utamanya adalah mentransformasi Pasar Baru menjadi pusat oleh-oleh khas Jakarta.

Mengingat lokasinya yang sangat strategis—berdekatan dengan Gedung Kesenian Jakarta, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, hingga Istana Kepresidenan—kawasan ini dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi magnet wisata belanja.

Akses Transportasi dan Anggaran
Untuk mendukung kemudahan akses, Pemprov DKI akan membuka trayek baru Transjakarta, termasuk rute dari Blok M dan Tebet menuju Pasar Baru, serta rute-rute strategis lainnya.

Terkait pembiayaan, Pramono menegaskan bahwa proyek ini tidak akan sepenuhnya membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemprov DKI mengedepankan pola kolaborasi dengan pihak swasta dan optimalisasi aset yang sudah ada.

"Pemprov DKI Jakarta mengupayakan kolaborasi dengan berbagai pihak dan memanfaatkan fasilitas yang sudah dimiliki, termasuk gedung parkir milik Pemprov DKI yang selama ini belum dimaksimalkan," pungkasnya. (Ant/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik