Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Polda Jawa Barat bersama Polres Tasikmalaya Kota melakukan penutupan seluruh aktivitas tambang emas rakyat berada di lahan milik Perhutani Blok Cengal, Desa Karanglayung, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Penutupan galian tambang emas ilegal di wilayah tersebut, berpotensi menimbulkan bencana longsor dan banjir.
Penutupan aktivitas tambang emas rakyat dilakukan dengan melibatkan Perhutani, Dinas Lingkungan Hidup Tasikmalaya, tim ahli didampingi unsur pemerintah Desa, Camat Karangjaya dan Ketua Koperasi Tunggal Mandiri Bersatu (TMB). Langkah tersebut, sebagai respon atas keresahan masyarakat dapat berpotensi menimbulkan bencana alam.
Ketua Koperasi Tunggal Mandiri Bersatu (TMB) Cucu Sugiat, apresiasi langkah yang dilakukan aparat penegak hukum langsung menutup aktivitas tambang emas rakyat di lahan milik Perhutani yang mana selama ini hanya satu beroperasi. Namun, penutupan yang dilakukan di Blok Cengal, Desa Karanglayung, sudah memasang garis polisi di lubang yang diduga luput dari penindakan.
"Sebelum menutup tambang galian emas rakyat diambil, penutupan hanya menyasar penambang kecil tapi lubang yang diduga milik pemodal besar tetap beroperasi dan melakukan pengolahan. Kondisi tersebut, menjadi pemicu kegaduhan lantaran dari masyarakat merasa tidak mendapatkan keadilan ketika tambang kecil di police line dan kami berharap rasa keadilan kembali dirasakan," katanya, Kamis (22/1).
Cucu mengatakan, pihaknya menilai ada ketimpangan penegakan hukum terutama dalam aktivitas penutupan tambang emas rakyat hingga telah memecah hubungan antarpenambang. Namun, pertambangan emas rakyat telah berlangsung lama dan menjadi mata pencaharian warga sekitar meski selama ini seorang pemilik tambang emas menutup diri serta sulit berdialog.
"Kami bersama APRI telah menginisiasi duduk bersama menyelesaikan persoalan secara musyawarah dan upaya tersebut tidak pernah direspons. Kami menduga ada dukungan tidak langsung atas pelaporan Kepolisian justru menjadi pemicu utama kegaduhan tambang emas rakyat, tetapi di Kecamatan Karangjaya tinggal selangkah memperoleh Izin Pertambangan Rakyat (IPR)," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Tasikmalaya, Hendra Bima mengatakan, tambang dan pengolahan emas rakyat yang beroperasi sekitar lokasi sudah dipasang garis polisi oleh aparat gabungan. Namun, persoalan yang terjadi bukan pada para penambang tapi pemerintah belum siap menerbitkan Izin Pertambangan Rakyat (IPR).
"Pemerintah belum siap dengan proses Izin Pertambangan Rakyat (IPR) dan selama ini bagi rakyat sebagai buruh penambang juga sudah kehilangan mata pencaharian. Kami menyayangkan sikap ego elite tambang yang memicu konflik di internal, ketimbang mencari solusi dan berdampak langsung pada kehidupan ekonomi warga," pungkasnya. (H-1)
Putusnya jalur penghubung antarkabupaten terjadi sejak Februari 2022 hingga Februari 2026 akibat hujan tinggi yang memicu longsor sepanjang 250 meter dan mengancam permukiman warga.
Tidak hanya menutupi badan jalan, material longsor tersebut juga menimpa Jembatan Gantung Tonjong, sehingga akses bagi pengendara motor, mobil, maupun pejalan kaki lumpuh total.
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Tasikmalaya menyebabkan tebing setinggi sekitar 30 meter longsor.
BRIN menjelaskan lubang besar di Aceh Tengah bukan fenomena sinkhole, melainkan longsoran geologi akibat batuan tufa rapuh, hujan lebat, dan faktor gempa bumi.
Pemerintah tambah TKD Rp10,6 triliun untuk pemulihan banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Dana cair bertahap mulai Februari hingga April 2026.
BRIN mengungkapkan bahwa penambangan emas skala kecil (PESK) dan tradisional menjadi sumber antropogenik terbesar emisi merkuri di Indonesia.
Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) memastikan akan menindaklanjuti data Laporan Hasil Analisis (LHA) Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)
Pencabutan izin usaha pertambangan (IUP) PT Agincourt Resources menjadi perhatian publik karena dampaknya yang luas, terutama terhadap ribuan tenaga kerja
PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, menyatakan masih menunggu surat resmi pemerintah terkait pencabutan Izin Usaha Pertambangan.
Kabar yang menyebutkan adanya ledakan maupun ratusan orang terjebak di dalam lubang tambang. Menurut dia, informasi yang menyebut angka 700 korban berasal dari kesalahpahaman
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved