Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Diguyur Hujan, Permukiman Penduduk di Ujung Cianjur Selatan Terancam Tanah Longsor

Benny Bastiandy
29/3/2026 19:06
Diguyur Hujan, Permukiman Penduduk di Ujung Cianjur Selatan Terancam Tanah Longsor
Salah satu titik ruas jalan terputus akibat tanah longsor yang dipicu hujan lebat di Desa Cibuluh Kecamatan Cidaun Kabupaten Cianjur.(MI/Benny Bastiandy)

PERMUKIMAN penduduk di satu kampung di Desa Cibuluh Kecamatan Cidaun Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terancam tertimbun tanah longsor. Kondisi itu dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Jumat (27/3).

Camat Cidaun, Gagan Rusganda, meminta  segera dilaksanakan asesmen atau pengecekan dari dinas teknis di Pemkab Cianjur menindaklanjuti kondisi tersebut. Menurutnya, di lokasi terpantau cukup rawan tebing mengalami longsor mengingat hujan diprediksi masih terjadi.

"Ada satu kampung yang perlu dilakukan asesmen atau pengecekan oleh dinas teknis karena posisi longsoran berada di tebing yang di bawahnya terdapat pemukiman penduduk," kata Gagan, Minggu (29/3). 

Hujan deras pada Jumat (27/3) tak hanya mengancam permukiman penduduk. Terjadi juga tanah longsor di 17 titik yang kemungkinan bertambah, terputusnya jalan penghubung antara Kampung Hegarwangi dan Kampung Tipar di Kampung Datar Jeruk, serta lahan sawah yang tertimbun tanah longsor.

"Untuk titik-titik longsoran material tanah yang menghalangi jalan sudah mulai dibersihkan pada Sabtu (28/3). Pembersihan dilakukan warga setempat secara bergotong royong," terang Gagan.

Hasil asesmen di lapangan, kata Gagan, penanganan yang mendesak secepatnya dilakukan yakni pembangunan jalan terputus. Termasuk pemasangan bronjong di beberapa titik ruas jalan karena rentan ambrol.

"Ini harus segera ditindaklanjuti, utamanya pembangunan jalan yang terputus dan pemasangan boronjong untuk beberapa titik ruas jalan. Kalau tak segera ditangani dikhawatirkan ketika ruas jalan dilintasi kendaraan tidak ada penahan cor beton jalan sehingga bisa menambah titik ruas yang terputus," tegasnya.

Pemerintah kecamatan dan desa setempat terus memantau perkembangan situasi dan kondisi di lapangan. Sebab, diprediksi hujan masih akan terjadi yang bisa berdampak terhadap potensi bencana.

"Kami terus pantau perkembangannya. Alhamdulillah, tidak ada korban luka ataupun jiwa pada peristiwa bencana pada Jumat," pungkasnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya