Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Banjir dan Longsor Sumatra, Ternyata Ini Penyebabnya

Andhika Prasetyo
27/11/2025 05:31
Banjir dan Longsor Sumatra, Ternyata Ini Penyebabnya
Ilustrasi(Antara)

Cuaca ekstrem yang melanda berbagai wilayah di Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir, dan memicu banjir serta longsor, dipastikan merupakan dampak dari Siklon Tropis Senyar. Hal itu disampaikan Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I, Hendro Nugroho, di Medan, Rabu (26/11).

Ia menjelaskan, Senyar berasal dari Bibit Siklon Tropis 95B yang mulai terbentuk pada 21 November 2025 di perairan timur Aceh, tepatnya di Selat Malaka. “Akibatnya, dalam sepekan terakhir Sumatera Utara diguyur hujan setiap hari,” ujar Hendro.

Berdasarkan pengamatan UPT BMKG, curah hujan tercatat berada pada kategori deras hingga ekstrem dengan durasi berkepanjangan. Beberapa titik dengan intensitas tertinggi antara lain ARG Pakkat 238,4 mm (25/11), Stamet F.L. Tobing 229,7 mm (24/11), ARG Tapanuli 176,4 mm (24/11), Pos Hujan Hapesong 149,7 mm (24/11), ARG Teluk Dalam 157,6 mm (24/11), ARG Arse 158,2 mm (25/11), ARG Salak 110 mm (25/11), dan AWS Hinai Langkat 93,8 mm (25/11).

Siklon tersebut memicu hujan lebat hingga ekstrem, angin kencang, serta gelombang tinggi di sejumlah wilayah. Kondisi semakin diperkuat oleh kelembapan udara yang sangat tinggi, sehingga atmosfer menjadi lebih basah dan mendukung pembentukan hujan intensif.

Dari sisi dinamika global, fenomena IOD negatif diperkirakan masih berlangsung hingga Desember 2025 dan turut meningkatkan suplai uap air di pantai barat Sumatera Utara. Selain itu, aktivitas gelombang atmosfer yang masih aktif juga menambah potensi cuaca ekstrem di kawasan tersebut.

BMKG menyebut wilayah yang berpotensi terdampak hujan deras dan sangat deras antara lain Langkat, Medan, Binjai, Deli Serdang, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Simalungun, Samosir, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Humbang Hasundutan, Nias dan kepulauannya, serta Toba.

Melihat kondisi tersebut, BBMKG Wilayah I mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir, banjir bandang terutama di daerah aliran sungai, longsor di wilayah perbukitan, angin kencang, dan gelombang tinggi di perairan barat Sumatera Utara.

“Mengingat cuaca sangat dinamis, masyarakat diminta rutin memantau informasi resmi BMKG. Para kepala daerah juga perlu berkoordinasi dengan BPBD, TNI, dan Polri untuk menindaklanjuti perkembangan situasi,” tegas Hendro. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik