Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kemenhut Lanjutkan Pembersihan Material Kayu Pascabencana di Aceh dan Sumatra Utara

Atalya Puspa    
30/12/2025 17:57
Kemenhut Lanjutkan Pembersihan Material Kayu Pascabencana di Aceh dan Sumatra Utara
Pembersihan di wilayah Kec. Karang Baru, Kab. Aceh Tamiang(Dok.HO/Kemenhut)

KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) terus melanjutkan operasi pembersihan tumpukan kayu dan material limbah pascabencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Aceh dan Sumatra Utara. Kegiatan ini dilakukan secara terpadu bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai mitra untuk mempercepat pemulihan akses dan lingkungan masyarakat terdampak.

Di Aceh Tamiang, pembersihan difokuskan di kawasan Pesantren Darul Mukhlisin. Tim gabungan mengerahkan 34 unit alat berat yang hingga Senin (29/12) masih beroperasi aktif. Progres pembersihan telah mencapai sekitar 94 persen, mencakup area utama pesantren, ruang belajar, ruang guru, tempat wudu masjid, serta sejumlah rumah warga di sekitar lokasi.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) Subhan mengatakan, pembersihan tidak hanya bertujuan memindahkan material kayu, tetapi juga memulihkan fungsi fasilitas sosial agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

“Pembersihan diarahkan agar kegiatan pendidikan dan ibadah segera pulih. Pekerjaan lembur pada malam hari juga terus dilakukan untuk mempercepat penyelesaian,” ujarnya, Selasa (30/12). 

Sementara itu, di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, pembersihan akses jalan dan fasilitas umum masih berlangsung dengan dukungan enam unit ekskavator. Akses jalan menuju Desa Geudumbak telah kembali terbuka. Selain itu, pembersihan fasilitas pendidikan telah diselesaikan di SMP Negeri 3 Langkahan serta sembilan ruang belajar di SD Negeri 7 Langkahan.

Di Sumatra Utara, operasi pembersihan dilakukan di Desa Aek Ngadol, Garoga, dan Huta Godang. Kegiatan ini melibatkan alat berat dan dump truck dari Kemenhut, TNI, BNPB, serta mitra perusahaan. Fokus pembersihan meliputi rumah warga, fasilitas umum, penanganan lumpur, serta pemilahan material kayu di sekitar Sungai Garoga.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatra Utara Novita Kusuma Wardani menegaskan bahwa seluruh kegiatan pembersihan di wilayah tersebut dilaksanakan secara kolaboratif dan mengikuti komando satuan tugas daerah.

“Kami mendukung penuh upaya pemulihan yang dipimpin pemerintah daerah dan TNI, dengan memastikan proses pembersihan berjalan tertib, aman, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.

Kemenhut memastikan operasi pembersihan material pascabencana akan terus dilanjutkan sesuai dengan kondisi lapangan dan cuaca, dengan koordinasi lintas sektor sebagai kunci percepatan pemulihan wilayah terdampak. (M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik