Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah pelayanan kesehatan bagi warga terdampak banjir bandang di Dusun Sorkam Kiri, Sumatra Utara, Maida Hayati Hutapea, 40, duduk dengan wajah lelah namun penuh keteguhan. Ibu tunggal itu menjadi salah satu penyintas yang merasakan langsung dampak bencana, bukan hanya kerusakan harta benda, tetapi juga trauma mendalam yang membekas, terutama bagi ibu dan anak.
"Ah ya Allah, kemarin waktu banjir saya tidak tahu lagi bu. Saya ketakutan, bawa anak saya tiga orang,” ujar Maida dikutip dari keterangan tertulis yang diterima, Selasa (30/12).
Dalam kondisi gelap dan arus yang deras, Maida bersama ketiga anaknya sempat hanyut hingga akhirnya bertahan di sebuah pohon sawit. “Anak saya saya gendong, itulah yang saya pertahankan. Alhamdulillah anak saya selamat,” tuturnya.
Keselamatan tersebut tidak serta-merta menghapus ketakutan yang tersisa. Sejak kejadian banjir, Maida mengaku kerap diliputi kecemasan. Tidurnya tidak lagi nyenyak, dan setiap kali langit menggelap, rasa takut kembali menghantui. “Kalau cuaca sudah gelap, takut banjir lagi bu,” katanya sambil meneteskan air mata, menahan tangisnya pecah.
Maida merupakan salah satu warga terdampak yang menerima pelayanan kesehatan fisik dan pendampingan psikososial yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di lokasi pengungsian sebagai bentuk respons keperawatan terhadap bencana di Sumatra Utara.
Dalam pelayanan yang berlangsung di Dusun Sorkam Kiri, perawat hadir tidak hanya sebagai pemberi layanan kesehatan, tetapi juga sebagai pendamping yang mengedepankan nilai kemanusiaan. Pendekatan keperawatan dilakukan melalui praktik caring yang menempatkan penyintas sebagai pusat pelayanan, dengan menjunjung tinggi prinsip altruisme dan beneficence, yaitu memberikan bantuan secara tulus demi kebaikan dan keselamatan penyintas.
Dalam pelayanan yang berlangsung di Dusun Sorkam Kiri, Maida mengikuti sesi pendampingan psikososial dan mendapatkan edukasi mengenai terapi sederhana untuk mengelola kecemasan pascabencana. Pendampingan ini menjadi ruang aman bagi penyintas untuk mengekspresikan perasaan dan memperoleh dukungan emosional.
“Tadi diajarkan terapi untuk cemas. InsyaAllah sudah ada kelegaan bu,” ungkap Maida dengan nada yang lebih tenang.
Selain trauma psikologis, Maida juga harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan harta benda. Tempat tidur rusak, seluruh uang keluarga hanyut terbawa arus, dan hampir tidak ada lagi yang tersisa. “Tempat tidur kami sudah hancur, uang pun hanyut, tidak ada lagi uang di tangan,” tuturnya.
Meski demikian, kehadiran tenaga kesehatan memberinya kekuatan baru. “Sudah lega ah bu, lumayanlah, sudah lega dikit,” tambahnya.
Kolaborasi perawat dari UI dan USU dalam kegiatan ini menegaskan peran keperawatan sebagai profesi yang berlandaskan nilai kemanusiaan, khususnya dalam situasi bencana.
Melalui pendekatan holistik yang mengintegrasikan perawatan fisik dan pendampingan psikososial, perawat berkontribusi dalam membantu penyintas membangun kembali rasa aman dan ketenangan.
“Terima kasih bu sudah beri kami kelegaan, beri kami obat,” ucap Maida menutup ceritanya.
Ungkapan tersebut menjadi refleksi bahwa sentuhan keperawatan yang dilandasi nilai caring, altruisme, dan beneficence mampu menghadirkan harapan di tengah krisis.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini sejalan dengan komitmen Universitas Indonesia dalam memperkuat peran keperawatan pada respons bencana serta mendukung pemulihan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan melalui kolaborasi lintas institusi. (P-4)
TNI dan Pemprov Riau menyerahkan bantuan berupa perlengkapan sekolah bagi siswa-siswi sekolah dasar di Aceh Utara.
Di tengah proses pemulihan pascabencana, kebutuhan akan bantuan kemanusiaan menjadi semakin mendesak.
PT Pertamina melalui Rumah BUMN Pertamina Banjarmasin menunjukkan peran dalam penanganan bencana.
Selain kebutuhan primer, salah satu yang juga dibutuhkan warga Aceh Tamiang adalah bantuan untuk memperbaiki kendaraan yang rusak akibat banjir.
Anggota Komisi VIII DPR RI Mahdalena meminta pemerintah memastikan penyaluran bantuan korban banjir dan longsor di Sumatera tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
Mendagri Tito Karnavian mengirim 1.132 praja IPDN untuk mempercepat pemulihan pemerintahan dan layanan publik pascabencana di Aceh Tamiang.
Kemenhut terus melanjutkan operasi pembersihan tumpukan kayu dan material limbah pascabencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Aceh dan Sumatra Utara
Kemenhut melanjutkan pembersihan tumpukan kayu dan material limbah bencana di Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan sejumlah titik terdampak di Sumatra Utara
SKALA kerusakan akibat banjir bandang yang melanda tiga provinsi di Sumatera tidak sepenuhnya disebabkan oleh cuaca ekstrem, tapi kerusakan lingkungan.
Kemenag akan memberikan perhatian penuh pada kebutuhan logistik serta pemulihan rumah ibadah dan layanan pendidikan pascabencana banjir dan longsor di Aceh
BANJIR besar yang melanda Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh terus menimbulkan dampak luas bagi ribuan warga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved