Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak kembali hadir di tengah masyarakat Aceh Tamiang bersama Matahari Pagi Indonesia untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir dan longsor yang terjadi pada November 2025 lalu.
Kehadiran Wamenhaj dan Tim Matahari Pagi Indonesia kali ini difokuskan pada pemulihan sektor pendidikan serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Bantuan yang disalurkan mencakup perlengkapan sekolah, pakaian layak pakai, sembako, hingga alat-alat bangunan untuk mendukung proses pemulihan pascabencana, terutama di wilayah yang sulit dijangkau alat berat.
Adapun bantuan yang diberikan terdiri atas ribuan paket sembako dan ribuan paket perlengkapan sekolah, seperti tas, alat tulis, dan sepatu. Selain itu, disalurkan pula bantuan berupa matras, ratusan dus makanan siap saji, pakaian layak pakai, serta berbagai peralatan bangunan.
Dalam keterangannya, Wamenhaj menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna personal sekaligus nilai kemanusiaan.
“Hari ini saya berada di SDN 1 Kuala Simpang. Kebetulan saya pernah bersekolah di sini saat SD. Tadi kita membagikan bantuan alat-alat sekolah untuk murid-murid yang terdampak. Di lokasi ini juga banyak bapak-bapak TNI yang bertugas membenahi sekolah pascabencana. Karena alat berat tidak bisa masuk, mereka bekerja menggunakan alat sederhana seperti cangkul dan sekop. Alhamdulillah kondisinya sekarang jauh lebih baik,” ujar Wamenhaj, dalam keterangan yang diterima, Minggu (1/2).
Ia menambahkan, Matahari Pagi Indonesia turut membawa alat-alat bangunan guna membantu para personel TNI yang bergotong royong memperbaiki fasilitas pendidikan di Kuala Simpang dan wilayah sekitarnya.
“Insya Allah semua unsur bekerja bersama TNI, masyarakat, dan relawan agar sarana pendidikan bisa segera pulih dan anak-anak dapat kembali belajar. Kami juga membawa tas, buku, seragam, sepatu, serta sembako yang kami salurkan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semoga bantuan ini bermanfaat,” lanjut Wamenhaj.
Menurutnya, penyaluran bantuan juga akan menjangkau sejumlah sekolah lain melalui koordinasi dengan aparat TNI yang bertugas langsung di lokasi bencana, khususnya di daerah-daerah yang tidak terjangkau alat berat.
Wamenhaj juga menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh dan sekitarnya.
“Kami berharap masyarakat Aceh Tamiang percaya bahwa pemerintah terus bekerja maksimal melalui bapak-bapak TNI-Polri dan seluruh unsur terkait. Presiden ingin memastikan proses recovery dapat segera pulih, dengan fokus pembenahan saat ini di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” pungkasnya.
Pada kesempatan tersebut, Wamenhaj bersama Tim Matahari Pagi Indonesia berkeliling ke sejumlah SD dan SMP di Aceh Tamiang untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yang terdampak banjir bandang.
Kunjungan ini menjadi yang kelima kalinya dilakukan Wamenhaj dalam rangka memantau langsung sekaligus bergotong royong membantu pemulihan Aceh Tamiang, daerah yang juga memiliki nilai emosional karena menjadi tempat ia menghabiskan masa sekolah dasar.
Sebelum menuju Aceh Tamiang, Wamenhaj juga menyempatkan diri mengunjungi Desa Salahaji, Pematang Jaya, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Di desa kelahirannya tersebut, ia bertemu dan bercengkerama dengan warga serta bernostalgia bersama masyarakat yang mengenal baik keluarga besarnya.
Menutup rangkaian kegiatannya, Wamenhaj menyampaikan harapan agar Aceh Tamiang dan wilayah terdampak lainnya dapat segera pulih dan bangkit kembali. (P-4)
Psikolog klinis Anna Aulia mengungkap mengapa warga desa lebih cepat bangkit pascabencana banjir dibanding warga kota. Simak analisis daya tahan psikologisnya.
HINGGA hari ke-3 Ramadan, ratusan ribu penyintas banjir Sumatra masih menjalan hari-hari di atas lumpus dan di balik tumpukan kayu gelondongan yang terbawa air bah kala itu.
Bantuan yang disalurkan tidak hanya menyasar kebutuhan jangka pendek, tetapi juga perbaikan infrastruktur jangka panjang.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menggelar kegiatan Tarhib Ramadan melalui tradisi Meugang bersama masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh pada Senin (16/2).
Jembatan gantung 120 meter di atas Sungai Tamiang menghubungkan Sekerak–Bandar Pusaka dan memulihkan akses pascabanjir bandang November 2025.
Sjafrie mengatakan pengerukan muara ini menjadi bagian dari program mitigasi bencana jangka panjang.
Kepala BPKH Fadlul Imansyah menilai desain kelembagaan BPKH sudah tepat, namun perlu penguatan koordinasi teknis dan harmonisasi regulasi dalam RUU Pengelolaan Keuangan Haji.
Para peserta mulai menemukan nilai-nilai penting seperti kedisiplinan, kegembiraan, dan kekompakan selama mengikuti pelatihan.
Metode pendidikan dan pelatihan (diklat) dengan konsep semimiliter menjadi pendekatan baru dalam membentuk karakter petugas haji yang akan melayani jemaah.
Beberapa peserta diklat diketahui mengidap penyakit yang berisiko tinggi mengganggu tugas lapangan, seperti Tuberkulosis (TB) dan gangguan ginjal.
WAKIL Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak, mengingatkan calon jemaah haji untuk lebih berhati-hati ketika memilih keberangkatan, untuk haji khusus atau haji furoda
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved