Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Praja IPDN Bantu Percepat Pemulihan Bencana di Aceh

Akmal Fauzi
03/1/2026 20:27
Praja IPDN Bantu Percepat Pemulihan Bencana di Aceh
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat melepas keberangkatan praja IPDN menuju Aceh di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (3/12/2025).(ANTARA/HO-Kemendagri)

MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian mengirim ratusan praja dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk membantu mempercepat pemulihan pemerintahan dan pelayanan publik pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Tito mengatakan para praja IPDN tersebut akan difokuskan untuk membersihkan serta mengaktifkan kembali kantor-kantor pemerintahan agar roda pemerintahan dapat berjalan normal.

"Kantor pemerintahan adalah jantung indikator pulihnya suatu keadaan. Kenapa? Karena di situ ada perintah, otoritas, dan pusat sumber daya," kata Tito saat melepas keberangkatan para praja IPDN di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, dikutip dari Antara, Sabtu (3/1).

Mendagri menjelaskan, keberangkatan praja IPDN dibagi ke dalam tiga kloter dengan total 1.132 orang yang diberangkatkan pada hari berbeda. Dari jumlah tersebut, 863 orang merupakan praja IPDN, sementara sisanya aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Dalam Negeri.

Para praja akan bertugas di Aceh Tamiang selama satu bulan, terhitung mulai 3 Januari hingga 3 Februari 2026.

Berdasarkan peninjauan langsung di lapangan, Tito menyebut kondisi pemerintahan di Aceh Tamiang belum sepenuhnya pulih. Kantor bupati dan sejumlah kantor perangkat daerah masih dipenuhi lumpur sehingga aktivitas pemerintahan belum dapat berjalan secara maksimal.

Menurutnya, pemulihan pemerintahan merupakan indikator utama kebangkitan suatu daerah pascabencana. Pemerintahan yang pulih akan memperkuat koordinasi, pengambilan keputusan, serta pelayanan publik, yang pada akhirnya mendorong pemulihan ekonomi, ditandai dengan kembali beroperasinya pertokoan, pasar, dan sektor sejenis.

Setelah kantor pemerintahan kembali berfungsi, para praja IPDN akan diarahkan untuk membantu pemulihan fasilitas lain, seperti pertokoan hingga pelayanan pemerintahan desa.

"Nah, kita fokus kepada kantor-kantor dulu. Untuk menghidupkan pemerintahan. Kepala dinasnya biar masuk. Karena kantornya dia mau masuk gimana? Lumpur semua," katanya.

Mendagri juga mengingatkan para praja IPDN agar mempersiapkan diri dengan baik, mengingat kondisi di lapangan masih dipenuhi lumpur dan debu. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan serta tidak merepotkan pemerintah daerah setempat.

"Yang penting, saya titip satu, jangan merepotkan pemerintah lokal karena pemerintah lokal sudah sulit. Kita datang mau bantu, bukan membuat mereka tambah sulit," katanya.

Selain itu, Tito menyebut tidak menutup kemungkinan para praja IPDN juga akan dikirim ke daerah lain di Aceh yang membutuhkan bantuan pemulihan.

"Kalau ini dalam waktu dua minggu bisa ditangani dengan baik, geser. Bisa ke Aceh Utara atau Aceh Timur," katanya.

Ia pun optimistis, dengan tambahan kekuatan dari praja IPDN, TNI, Polri, kementerian/lembaga, serta dukungan berbagai pihak, pemulihan Aceh—khususnya Aceh Tamiang—dapat berlangsung lebih cepat.

"Saya sangat yakin bahwa Aceh akan pulih dengan jauh lebih cepat," ujarnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya