Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH saat ini tengah mengupayakan pemulihan pascabencana banjir bandang yang terjadi pada 26 November 2025 lalu di beberapa wilayah di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, mulai dari pembangunan rumah sementara dan infrastruktur jalan. Namun, para penyintas bencana ini ternyata juga sangat mengharapkan makanan dan minuman bergizi serta trauma healing untuk menunjang kesehatan anak-anak mereka.
Setidaknya itulah yang disampaikan masyarakat yang hingga saat ini masih tinggal di sekitar daerah bencana saat Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) dan beberapa relawan mengunjungi Desa Serba dan Desa Pematang Durian, Kabupaten Aceh Tamiang pada 3-6 Februari lalu. Makanan yang tersaji umumnya juga lebih pas untuk dikonsumsi orang-orang dewasa dan seringnya berupa makanan instan yang secara kesehatan kurang bagus untuk dikonsumsi anak-anak. Kebutuhan air layak minum juga masih sangat sulit ditemui di kedua desa ini.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) YAICI, Satria Yudistira, mengatakan kunjungan ke dua daerah bencana di Aceh Tamiang ini dilakukan atas kepedulian untuk membantu masyarakat, khususnya anak-anak yang mengalami trauma akibat bencana hebat yang dialami. YAICI memandang bahwa situasi bencana tidak hanya menghadirkan krisis kemanusiaan, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko jangka panjang terhadap kesehatan anak.
Untuk sampai di Desa Serba dan Pematang Durian ini, tim YAICI memerlukan usaha ekstra karena infrastruktur jalannya yang menantang dan jarak tempuhnya yang cukup jauh dari Kota Kualasimpang yang ada di Aceh Tamiang. “Tapi, semua itu kami jalani dengan sukacita. Sebagai yayasan yang konsen terhadap kesehatan dan perlindungan anak, kami ingin kehadiran kami di dua desa ini bisa membantu anak-anak di sini, khususnya mengurangi trauma yang dialami mereka pasca terjadinya bencana. Kami rindu anak-anak di sini bisa kembali beraktivitas secara normal seperti sebelum terkena bencana,” ujarnya.
Untuk itu, Satria mengatakan selama beberapa hari berada di dua desa ini, YAICI melakukan kegiatan trauma healing terhadap anak-anak. “Kita melakukan beberapa permainan dengan anak-anak. Kita bermain game seperti sambung kata dan tebak gaya dengan mereka. Kami berharap dengan bermain bersama anak-anak di kedua desa ini, mereka bisa melupakan dengan apa yang mereka alami atau setidaknya escape sebentar,” tuturnya.
Dijelaskan Satria anak-anak di dua desa itu terlihat sangat senang ketika diajak bermain. Bahkan, lanjutnya, mereka ada juga yang sangat senang saat YAICI menggunakan mainan boneka dalam game dan meminta untuk diberikan kepadanya. “Kejadian itu membuat kami berpikir bahwa yang dibutuhkan anak-anak di daerah bencana itu ternyata bukan cuma pangan, infrastruktur, dan uang saja seperti yang kita tahu selama ini. Tapi ternyata ada yang terlewat, anak-anak ini butuh kita bisa bermain bareng sama mereka,” katanya.
Selain melakukan kegiatan trauma healing, YAICI yang didukung Bossmama, yang memiliki kesamaan tujuan dengan YAICI yakni kepedulian terhadap anak-anak sebagai kelompok rentan dalam bencana, juga memberikan anak-anak di sana minum susu formula untuk menjaga asupan gizi dan meningkatkan imunitas tubuh mereka.
Pemberian susu kepada anak-anak itu disambut baik oleh para orangtua mereka. Sebelum terkena bencana banjir bandang, masyarakat yang tinggal di Desa Desa Serba dan Pematang Durian ini sebenarnya tergolong keluarga yang sejahtera. “Mereka kerja di perkebunan kelapa sawit yang penghasilannya lumayan. Jadi, para orangtua di sini sudah terbiasa menyediakan susu formula untuk anak-anak mereka. Dan saat kami memberikannya kepada anak-anak, mereka sangat senang,” ungkapnya.
Sebelum meninggalkan dua daerah bencana yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang ini, sebagai wujud kepedulian lainnya, YAICI juga memberikan beberapa paket berupa 184 paket balita, 150 paket anak, dan 120 paket dewasa yang diberikan melalui kepada desa di sana yang oleh masyarakatkan dipanggil Datok. “Saat itu, saya sangat tersentuh sekali saat salah satu Datok menyampaikan dengan nada berharap agar jangan ada yang meninggalkan mereka saat berduka seperti saat ini,” ucap Satria. (H-2)
Psikolog klinis Anna Aulia mengungkap mengapa warga desa lebih cepat bangkit pascabencana banjir dibanding warga kota. Simak analisis daya tahan psikologisnya.
HINGGA hari ke-3 Ramadan, ratusan ribu penyintas banjir Sumatra masih menjalan hari-hari di atas lumpus dan di balik tumpukan kayu gelondongan yang terbawa air bah kala itu.
Bantuan yang disalurkan tidak hanya menyasar kebutuhan jangka pendek, tetapi juga perbaikan infrastruktur jangka panjang.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menggelar kegiatan Tarhib Ramadan melalui tradisi Meugang bersama masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh pada Senin (16/2).
Jembatan gantung 120 meter di atas Sungai Tamiang menghubungkan Sekerak–Bandar Pusaka dan memulihkan akses pascabanjir bandang November 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved