Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Bulog Salurkan Bantuan Cadangan Beras bagi Korban Banjir Kota Pekalongan

Supardji Rasban
30/1/2026 21:26
Bulog Salurkan Bantuan Cadangan Beras bagi Korban Banjir Kota Pekalongan
Penyaluran bantuan Bulog untuk korban banjir Pekalongan.(Dok. MI)

BULOG Cabang Tegal, yang wilayah kerjanya meliputi Kabupaten/Kota Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan dan Batang, Jawa Tengah, menyalurkan bantuan cadangan beras pemerintah untuk penanggulangan bencana banjir Pekalongan. Penyaluran beras merupakan bagian dari respon darurat.

Kepala Perum Bulog Cabang Tegal Agung Rochman, menyampaikan bantuan yang disalurkan ke Kota Pekalongan merupakan tindak lanjut atas pengajuan pemerintah daerah yang disetujui oleh pemerintah pusat. Total beras yang disalurkan mencapai 13 ton 195 kilogram.

"Berdasarkan pengajuan dari Kota Pekalongan kepada Bappenas, kami diperintahkan kembali untuk menyalurkan cadangan beras pemerintah khusus untuk penanggulangan bencana,” ujar Agung di Kantor BPBD Kota Pekalongan, Jumat (30/1/2026).

Agung menyebut selain Kota Pekalongan, pihaknya sebelumnya juga telah menyalurkan bantuan CSR ke dua wilayah lain di eks Karesidenan Pekalongan, yakni Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Pemalang, yang masing-masing menerima bantuan 1 ton beras premium.

"Penyaluran cadangan beras pemerintah merupakan bagian dari penugasan Bulog, mulai dari menyerap produksi dalam negeri, mengelola stok cadangan pangan pemerintah, hingga menyalurkannya untuk kebutuhan darurat seperti bencana alam. Selain untuk penanggulangan bencana, stok beras Bulog juga digunakan untuk stabilisasi harga dan program bantuan pangan pemerintah," terang Agung

Ia memastikan cadangan beras di Bulog cabang Tegal dalam kondisi aman. Saat ini, stok beras Bulog Cabang tegal mencapai sekitar 60.000 ton dan dipastikan mencukupi kebutuhan penyaluran rutin hingga pertengahan 2026. 

"Untuk satu sampai dua bulan ke depan juga akan masuk panen raya. Kami akan kembali menyerap gabah petani secara maksimal untuk menjaga cadangan beras pemerintah," jelasnya.

Menurut Agung meski bencana banjir sempat merendam sejumlah area persawahan, dampaknya terhadap produksi beras relatif terbatas. Luasan sawah terdampak tidak signifikan sehingga tidak mengganggu produksi secara luas.

"Jawa Tengah secara umum masih surplus beras. Bahkan tahun lalu kita mendapat apresiasi dari pemerintah pusat karena berhasil menjaga swasembada," papar Agung.

Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, menambahkan respons cepat Bulog dalam memenuhi kebutuhan pangan bagi warga terdampak banjir menjadi dukungan bagi perpanjangan masa tanggap darurat bencana hingga 13 Februari 2026.

"Kami mengajukan 13 ton 195 kilogram dan alhamdulillah semuanya bisa dipenuhi. Ini sangat membantu karena pengungsi masih cukup banyak," ujar Afzan.

Afzan menuturkan saat ini jumlah pengungsi korban banjir di Kota Pekalongan ada 500 jiwa, dengan konsentrasi terbanyak di wilayah Kelurahan Panjang Baru dan eks Kelurahan Keraton Kidul. Kondisi cuaca yang masih ekstrem, dengan hujan yang terus mengguyur, potensi banjir dan jebolnya tanggul masih bisa terjadi 

"Bantuan beras dari Bulog juga akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dapur-dapur umum yang saat ini banyak dikelola secara swadaya oleh warga. Dapur umum milik Dinas Sosial sendiri telah menghentikan operasionalnya, sehingga distribusi logistik dialihkan ke dapur komunitas," terang Afzan.

Menurut Afzan kalau dari Dinsos, kebutuhan pengungsi masih bisa ditangani lewat pemesanan di warung-warung. "Untuk bantuan ini fokusnya beras, sementara kebutuhan lain akan dipenuhi melalui CSR dan dana Belanja Tidak Terduga (BTT)," pungkas Afzan. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya