Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

UI dan PNP Pasang Sistem Penyaringan Air Bersih untuk Korban Banjir di Sumbar

Rahmatul Fajri
30/12/2025 09:31
UI dan PNP Pasang Sistem Penyaringan Air Bersih untuk Korban Banjir di Sumbar
Ketua Tim B DRRC UI, Adonis Muzani (tengah) saat berdiskusi dengan perwakilan BPBD Tanah Datar(Dok Istimewa)

UNIVERSITAS Indonesia (UI) berkolaborasi dengan Politeknik Negeri Padang (PNP) melakukan langkah nyata dalam mempercepat pemulihan pasca-banjir bandang di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Aksi ini merupakan bagian dari program "DIKTI Tanggap Darurat Bencana Sumatra 2025" yang berlangsung sejak 27 hingga 31 Desember 2025.

Fokus utama tim kali ini adalah mengeksekusi hasil Rapid Health Assessment (RHA) atau penilaian kesehatan cepat yang telah dipetakan sebelumnya. Melalui Disaster Risk Reduction Center (DRRC) UI, tim melakukan pemetaan kondisi kesehatan masyarakat, identifikasi kelompok rentan, serta menilai risiko penyakit menular akibat kerusakan sanitasi.

Ketua Tim Pelaksana, Adonis Muzani menjelaskan bahwa kehadiran tim di lapangan bertujuan menindaklanjuti temuan tim terdahulu untuk memberikan solusi tepat guna bagi warga terdampak.

“Kami berupaya memfasilitasi kebutuhan mendesak warga. Di wilayah Guguak Malalo, kami memasang sistem penyaringan air bersih (RO), menyediakan akses internet, perlengkapan sekolah, hingga peralatan untuk membersihkan sedimen dan material sisa banjir bandang atau galodo,” ujar Adonis, melalui keterangannya, Selasa (30/12).

Dalam pelaksanaannya, tim UI dan PNP menjalin koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Datar. Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanah Datar, Lovely Harman Zulyadi menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung kelancaran tim di lapangan, terutama dalam koordinasi lintas institusi.

Aksi kemanusiaan ini difokuskan pada tiga titik utama di Kecamatan Batipuh Selatan, yaitu Nagari Padang Laweh Malalo, Nagari Guguak Malalo, dan Nagari Sumpur. Ketiga wilayah tersebut merupakan area yang mengalami dampak cukup parah akibat terjangan air dan material lumpur.

Salah satu terobosan dalam program ini adalah penempatan unit filter air bersih dan fasilitas internet di Puskesmas Batipuh Selatan. Penempatan ini dilakukan setelah melalui diskusi matang bersama Wali Nagari, Jorong, serta Kepala Puskesmas Batipuh Selatan, Vina Indriani.

Kepala DRRC UI Fatma Lestari menambahkan bahwa intervensi infrastruktur seperti air bersih sangat krusial untuk mencegah wabah penyakit pasca-bencana. Selain fasilitas fisik, tim juga terus melanjutkan distribusi kebutuhan pokok berupa sandang dan pangan.

Program kolaboratif ini diharapkan tidak hanya memberikan bantuan jangka pendek, tetapi juga memulihkan fungsi fasilitas kesehatan publik agar masyarakat Tanah Datar dapat kembali beraktivitas secara normal di tengah masa pemulihan. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik