Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Anggota DPR Komisi VIII Minta Bantuan Korban Bencana Diperluas

 Gana Buana
28/1/2026 16:16
Anggota DPR Komisi VIII Minta Bantuan Korban Bencana Diperluas
Korban Banjir Bandang Guci Kabupaten Tegal.(Antara)

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Wibowo Prasetyo, meminta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memperluas jangkauan distribusi bantuan bagi para korban banjir yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Wibowo, keterlibatan BAZNAS dalam penanganan bencana selama ini sudah cukup efektif, terutama dalam respons cepat membantu proses evakuasi. Namun, ia menilai bantuan tersebut masih perlu menjangkau wilayah terdampak secara lebih luas.

“Respons cepat BAZNAS membantu evakuasi korban banjir di Jabodetabek sudah cukup bagus. Namun, terkadang masih terkonsentrasi di titik-titik tertentu dan belum menjangkau wilayah terdampak lebih luas,” ujar Wibowo di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Dorong Evaluasi Pola Penanganan Bencana

Wibowo mendorong BAZNAS melakukan evaluasi terhadap pola penanganan bencana yang selama ini dijalankan agar bantuan yang diberikan dapat berdampak lebih nyata bagi masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa potensi banjir masih tinggi, khususnya di wilayah Jabodetabek maupun daerah lain, merujuk pada data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Selain Jabodetabek, banjir juga dilaporkan melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

“Ini menjadi kewaspadaan kita bersama agar penanganan bencana lebih strategis dan dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat. Tidak hanya soal perahu karet, tetapi juga bantuan mendesak lainnya yang dibutuhkan tiap daerah bisa berbeda,” tegasnya.

Bantuan Berkelanjutan Pascabencana

Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VI, Wibowo menekankan pentingnya pola bantuan yang tidak hanya terfokus saat bencana terjadi, tetapi juga berkelanjutan setelah bencana mereda.

Ia menilai fase pascabencana sering kali menjadi masa paling krusial bagi korban, terutama ketika mereka kehilangan sumber penghidupan akibat rumah rusak, tidak bisa bekerja, hingga menghadapi masalah kesehatan.

“BAZNAS perlu memikirkan pendampingan korban pascabencana. Di fase ini, korban justru membutuhkan dukungan agar bisa bangkit kembali dan hidup normal,” jelas Wibowo.

Agar penanganan bencana lebih terarah, Wibowo juga mendorong BAZNAS terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas, serta pemerintah daerah.

Menurutnya, komunikasi aktif dapat meminimalisasi tumpang tindih tugas, keterbatasan anggaran, maupun kendala sarana dan sumber daya.

“Koordinasi ini penting agar penanganan lebih optimal dan tidak terjadi overlap dalam pelaksanaan di lapangan,” katanya.

Kampanye Pencegahan Bencana

Selain bantuan darurat, Wibowo menilai BAZNAS juga dapat berperan dalam mengampanyekan pentingnya pencegahan bencana.

Ia menegaskan bahwa bencana tidak hanya dipengaruhi faktor alam seperti curah hujan tinggi, tetapi juga akibat pengelolaan lingkungan yang kurang bijak.

“BAZNAS juga bisa mengampanyekan pentingnya mencegah bencana, karena banjir tidak semata faktor alam, tetapi juga pengelolaan alam yang serampangan,” pungkasnya. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya