Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
WACANA pemotongan gaji menteri dan DPR untuk merespons tekanan ekonomi global dinilai tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap kondisi fiskal Indonesia. Hal tersebut diungkapkan pengamat kebijakan publik Agus Pambagio.
Ia mengatakan, perlu ada pemahaman yang jelas antara gaji resmi yang diterima pejabat dengan sumber pendapatan lain yang kerap menyertai jabatan tersebut.
“Gaji itu imbalan resmi dari negara karena jabatannya. Tapi di luar itu ada income, yang bisa berasal dari berbagai hal karena posisi yang dimiliki. Jumlahnya bisa besar dan tidak terbatas,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (17/3).
Menurut dia, struktur gaji pejabat di Indonesia relatif seragam dan tidak terlalu besar. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit pejabat yang memiliki gaya hidup mewah karena adanya sumber pendapatan lain di luar gaji resmi.
Karena itu, Agus menilai pemotongan gaji hingga 50% sekalipun tidak akan banyak berpengaruh terhadap kondisi keuangan para pejabat.
“Bahkan kalau tidak digaji pun, sebagian masih bisa hidup dari income tersebut. Jadi kalau ditanya efektif atau tidak, ya tidak efektif,” katanya.
Ia menilai, kebijakan tersebut hanya akan berdampak dari sisi komunikasi publik, namun tidak menyentuh persoalan mendasar dalam pengelolaan keuangan negara.
“Secara komunikasi mungkin terlihat bagus, seolah ada penghematan. Tapi terhadap beban APBN, dampaknya sangat kecil,” ujarnya.
Lebih jauh, Agus menegaskan bahwa persoalan utama yang membebani keuangan negara justru terletak pada kebocoran anggaran akibat praktik korupsi serta tata kelola yang tidak optimal.
“Kalau mau benar-benar menghemat, bukan potong gaji, tapi berantas korupsi. Karena itu yang selama ini membuat kita menderita,” katanya.
Ia juga menyoroti sejumlah program pemerintah yang dinilai membutuhkan anggaran besar seperti MBG hingga Gentengisasi.
“Silakan saja pemerintah punya banyak program, itu kebutuhan. Tapi harus jelas siapa yang mengerjakan, bagaimana aturannya, jangan terkesan serabutan. Negara ini bukan perusahaan pribadi,” ujarnya.
Menurut Agus, publik pada dasarnya tidak keberatan membayar pajak dalam jumlah besar selama dana tersebut digunakan secara transparan dan tepat sasaran.
“Kalau pajak kita dipakai untuk pembangunan infrastruktur dan kepentingan publik, masyarakat pasti rela. Yang jadi masalah itu ketika uangnya besar tapi kemudian diselewengkan,” katanya. (H-4)
PARTAI amanat Nasional atau PAN dan Golar merespons wacana pemotongan gaji menteri dan anggota DPR serta menekankan evaluasi APBN
MAHKAMAH Konstitusi (MK) memutuskan bahwa pelanggaran yang diatur dalam undang-undang sektoral seperti kehutanan, perbankan, atau lingkungan hidup tetap bisa dijerat UU Tipikor.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan harus dihapuskan karena bertentangan dengan nilai-nilai agama sekaligus menjadi ancaman
KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring dalam operasi senyap tersebut.
Penyitaan ini dilakukan sebagai langkah krusial untuk membedah keterlibatan korporasi yang terjerat dalam kasus perintangan penyidikan
Ekrem Imamoglu, rival utama Presiden Erdogan, hadir di pengadilan atas tuduhan korupsi. Oposisi dan aktivis HAM sebut persidangan ini bermotif politik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved