Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Skandal Epstein: PM Keir Starmer Mengaku Dibohongi Peter Mandelson

Irvan Sihombing
06/2/2026 18:15
Skandal Epstein: PM Keir Starmer Mengaku Dibohongi Peter Mandelson
PM Inggris Keir Starmer.(Anadolu )

PERDANA Menteri Inggris Keir Starmer resmi menyampaikan permohonan maaf menyusul skandal penunjukan Peter Mandelson sebagai Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat. Langkah ini diambil setelah hubungan Mandelson dengan terpidana kasus kejahatan seksual, Jeffrey Epstein, terbongkar ke publik.

Mandelson, yang baru menjabat sebagai Dubes pada Februari 2025, dicopot dari posisinya September lalu. Tak berhenti di situ, ia juga menyatakan keluar dari Partai Buruh pada 1 Februari kemarin.

"Saya meminta maaf karena telah memercayai kebohongan Mandelson dan tetap mengangkatnya sebagai dubes," ujar Starmer dalam konferensi pers, Kamis (5/2).

Starmer juga menyatakan simpati kepada para korban Epstein yang harus kembali melihat luka lama mereka terbuka akibat pengungkapan dokumen ini. Ia mengakui adanya kegagalan pemerintah dalam melakukan pengawasan. Buntut dari skandal ini, sejumlah partai oposisi mulai menyuarakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Starmer.

Aliran Dana dan Pesan "Khusus"

Dokumen terbaru yang dirilis Departemen Kehakiman AS mengungkap bahwa Mandelson menerima kucuran dana sebesar 75.000 dolar AS (sekitar Rp1,2 miliar) dari Epstein sepanjang 2003-2004.

Hubungan keduanya juga terbukti sangat dekat. Laporan The Sun menyebutkan bahwa pada 2008, saat Epstein terjerat kasus prostitusi anak, Mandelson memberikan dukungan moral yang kontroversial.

"Teman-temanmu tetap bersamamu dan menyayangimu," tulis Mandelson kepada Epstein kala itu.

Bahkan sebelum Epstein dijatuhi hukuman 18 bulan penjara melalui kesepakatan plea bargain, Mandelson sempat mendesak sang predator seksual untuk "terus berjuang" demi kebebasan yang lebih cepat. Dalam beberapa surat lainnya, Mandelson secara terbuka menyatakan kemarahannya atas proses hukum di AS dan meminta Epstein menghadapi persidangan tersebut secara "filosofis".

Hingga kini, publikasi dokumen kasus Epstein telah merilis lebih dari 3,5 juta berkas yang menyeret banyak tokoh besar dunia. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya