Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
NAMA mantan Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat, Lord Mandelson, kembali terseret dalam pusaran skandal Jeffrey Epstein. Berdasarkan dokumen mutasi bank yang dirilis Departemen Kehakiman AS (DOJ), mendiang predator seksual tersebut diduga mengirimkan total US$75.000 (sekitar Rp1,1 miliar) ke rekening yang terkait dengan Mandelson.
Rangkaian dokumen ini merupakan bagian dari jutaan berkas yang dibuka secara resmi oleh pemerintah AS sejak Jumat lalu. Berkas tersebut mengungkap rincian hubungan keuangan dan komunikasi antara tokoh-tokoh papan atas dunia dengan Epstein.
Laporan mutasi bank menunjukkan tiga kali pembayaran terpisah masing-masing sebesar US$25.000 yang dilakukan antara tahun 2003 dan 2004. Transaksi pertama tertuju pada rekening Barclays atas nama pasangan Mandelson, Reinaldo Avila da Silva, dengan nama "Peter Mandelson" tercatat sebagai penerima manfaat (beneficiary). Dua transaksi lainnya dikirim ke akun HSBC pada Juni 2004 dengan rujukan nama yang sama.
Menanggapi temuan ini, Lord Mandelson menyatakan tidak memiliki catatan atau ingatan mengenai penerimaan dana tersebut. Ia juga mempertanyakan keaslian dokumen tersebut namun kembali mengungkapkan penyesalannya.
"Saya sangat menyesal pernah mengenal Epstein. Saya meminta maaf secara tulus kepada para wanita dan gadis yang telah menderita," ujar Mandelson.
Selain urusan finansial, dokumen tersebut juga mengungkap foto kontroversial yang menunjukkan Mandelson hanya mengenakan pakaian dalam di samping seorang perempuan yang wajahnya disamarkan. Terkait foto ini, Mandelson mengaku tidak ingat lokasi maupun sosok perempuan tersebut.
Keterlibatan Mandelson dalam lingkaran Epstein telah berdampak fatal pada karier diplomatiknya. Meskipun ditunjuk sebagai Duta Besar Inggris untuk AS oleh Perdana Menteri Sir Keir Starmer pada Desember 2024, ia dipecat pada September 2025 setelah terungkap ia tetap menjalin kontak dengan Epstein bahkan setelah sang pemodal itu divonis bersalah pada 2008.
Menteri Perumahan Inggris, Steve Reed, mengonfirmasi bahwa pemerintah tidak mengetahui adanya dugaan hubungan keuangan ini saat penunjukan dilakukan.
"Ada hal-hal yang tidak dia ungkapkan kepada pemerintah. Saya pikir dia harus menjawab pertanyaan tentang hidupnya sendiri, bukan saya," tegas Reed.
Salah satu temuan paling janggal dalam tumpukan email tersebut adalah saran dari Epstein agar Mandelson menikahi Putri Beatrice. Hal itu agar Putri Beatrice bisa melepas gelar bangsawannya (peerage) dan mencalonkan diri sebagai Perdana Menteri.
"Atau kamu bisa menikahi Putri Beatrice, Ratu akan memiliki seorang ratu sebagai cucu," tulis Epstein dalam email tahun 2009. Mandelson merespons singkat dengan mengingatkan posisi resminya saat itu.
Hingga kini, rilis dokumen terus dipelajari untuk melihat sejauh mana keterlibatan tokoh-tokoh global dalam jaringan Epstein. Meski nama yang tercantum dalam berkas tersebut tidak secara otomatis mengindikasikan pelanggaran hukum. (BBC/Z-2)
Raja Charles dikabarkan tidak akan menentang rencana parlemen untuk menghapus Andrew Mountbatten-Windsor dari garis suksesi menyusul penangkapannya terkait kasus serius.
Kasus dugaan pelanggaran jabatan Andrew Mountbatten-Windsor memasuki babak baru. Raja Charles dan Donald Trump beri respons mengejutkan.
Mantan Pangeran Inggris Prince Andrew ditangkap polisi Thames Valley atas dugaan pelanggaran jabatan publik menyusul pengungkapan dokumen Jeffrey Epstein.
Berbeda dengan tuduhan sebelumnya yang berfokus pada pelecehan seksual, penangkapan kali ini didasarkan pada temuan bahwa Andrew diduga menyalahgunakan perannya
Berbeda dengan gugatan sipil sebelumnya yang berfokus pada tuduhan pelecehan seksual, penangkapan kali ini berkaitan dengan pelanggaran jabatan publik.
Dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman AS disebut mencakup email yang menunjukkan Andrew meneruskan laporan resmi kunjungan perdagangan ke Asia
Hillary Clinton menuntut transparansi penuh atas file Jeffrey Epstein dan siap bersaksi di depan Kongres.
Sidang Departemen Kehakiman AS terkait berkas Jeffrey Epstein berujung ricuh. Jaksa Agung Pam Bondi bela sensor dokumen di hadapan para korban yang hadir.
Demokrat tuding Jaksa Agung Pam Bondi tutupi berkas Jeffrey Epstein dan jadikan DOJ alat balas dendam Trump.
Dokumen terbaru dari Departemen Kehakiman AS mengungkap komunikasi Jeffrey Epstein yang mencatut nama mantan Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe.
ANGGOTA keluarga Kerajaan Inggris, Pangeran Andrew Mountbatten-Windsor dilaporkan meninggalkan kediamannya di Kastil Windsor setelah dikaitkan dengan kasus Jeffrey Epstein.
Departemen Kehakiman AS (DOJ) menarik ribuan dokumen kasus Jeffrey Epstein setelah identitas para penyintas bocor akibat kesalahan redaksi yang fatal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved