Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Donald Trump menyatakan dukungan agar Partai Republik di DPR AS memberikan suara untuk merilis berkas kasus Jeffrey Epstein. Pernyataan ini menandai perubahan sikap yang cukup mencolok dari posisi Trump sebelumnya yang meremehkan dorongan untuk membuka dokumen tersebut.
“Anggota Partai Republik di DPR harus memberikan suara untuk merilis berkas Epstein, karena kami tidak punya apa pun untuk disembunyikan, dan sudah waktunya untuk melanjutkan dari Penipuan Demokrat yang dilakukan oleh Kaum Kiri Radikal untuk mengalihkan perhatian dari Kesuksesan Besar Partai Republik, termasuk Kemenangan kami baru-baru ini atas ‘Shutdown’ Demokrat,’” tulis Trump di Truth Social tak lama setelah tiba di Washington.
“Beberapa ‘anggota’ Partai Republik sedang ‘diperalat,’ dan kita tidak bisa membiarkan hal itu terjadi. Mari mulai berbicara tentang Pencapaian Rekor Partai Republik, dan tidak jatuh ke dalam ‘PERANGKAP’ Epstein, yang sebenarnya merupakan kutukan bagi Demokrat, bukan bagi kami.”
Selama ini, Trump kerap meragukan upaya dari Demokrat dan sebagian anggota Republik yang meminta semua berkas terkait Epstein dipublikasikan. DPR dijadwalkan melakukan pemungutan suara pekan ini terkait kemungkinan membuka lebih banyak dokumen dari kasus pelaku kejahatan seksual tersebut.
Di sisi lain, para penyintas Epstein melakukan dorongan publik pada menit terakhir untuk meyakinkan Partai Republik agar mendukung pembukaan seluruh berkas. Sebuah video seruan layanan masyarakat dirilis Minggu malam oleh organisasi World Without Exploitation, yang berfokus pada upaya melawan eksploitasi seksual.
Dalam video tersebut, sejumlah penyintas memegang foto mereka saat remaja, umur ketika mereka pertama kali bertemu Epstein. “Saya menderita begitu banyak rasa sakit,” ucap salah satu dari mereka sambil menangis, sebelum menyebutkan usia mereka ketika berinteraksi dengan Epstein, 14, 16, 17. “Ini adalah saya, saat saya bertemu Jeffrey Epstein.”
“Ada sekitar seribu dari kami,” kata seorang penyintas. Sementara suara lainnya menambahkan, “Sudah waktunya membawa rahasia ini keluar dari bayang-bayang.”
Pekan lalu, petisi pemaksaan (discharge petition) untuk memaksa DPR menggelar pemungutan suara terkait rilis berkas Epstein memperoleh tanda tangan terakhir yang dibutuhkan. Meski hanya empat anggota Partai Republik yang menandatangani petisi tersebut, laporan menunjukkan banyak anggota GOP lain diperkirakan akan mendukung rilis berkas dalam pemungutan suara.
Lauren Hersh, direktur nasional World Without Exploitation, mengatakan para penyintas melihat momen ini sebagai kesempatan penting. “Para penyintas percaya pemungutan suara ini menawarkan kesempatan untuk berdiri tegas di sisi perlindungan anak di bawah umur dari kekerasan,” ujarnya.
“Mereka ingin publik melihat bagaimana celah dalam sistem memungkinkan seorang predator beroperasi selama bertahun-tahun dan memahami apa yang harus berubah agar hal itu tidak terjadi lagi.” (CNN/Z-2)
Departemen Kehakiman AS (DOJ) mengonfirmasi surat yang mengatasnamakan Jeffrey Epstein untuk Larry Nassar adalah palsu.
Dokumen terbaru kasus Jeffrey Epstein mengungkap komunikasi antara Ghislaine Maxwell dan sosok berinisial "A" yang diduga Andrew Mountbatten-Windsor.
Departemen Kehakiman AS (DOJ) merilis dokumen baru yang menunjukkan riwayat penerbangan Donald Trump di pesawat pribadi Jeffrey Epstein antara tahun 1993-1996.
Sebuah video palsu berdurasi 12 detik yang mengeklaim sebagai rekaman sel Jeffrey Epstein sebelum tewas muncul di situs pemerintah.
Dokumen baru mengungkap cara Ghislaine Maxwell menggunakan peran "kakak perempuan yang keren" untuk menormalisasi pelecehan seksual Jeffrey Epstein terhadap remaja.
Departemen Kehakiman AS (DOJ) sempat menghapus foto yang menampilkan Donald Trump dari database dokumen Jeffrey Epstein sebelum akhirnya dipulihkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved