Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Trump Dukung Rilis Berkas Jeffrey Epstein, Desak Partai Republik Lanjutkan dan Move On

Thalatie K Yani
17/11/2025 10:22
Trump Dukung Rilis Berkas Jeffrey Epstein, Desak Partai Republik Lanjutkan dan Move On
Donald Trump berubah sikap dengan mendorong Partai Republik merilis berkas kasus Jeffrey Epstein. (White House)

PRESIDEN Donald Trump menyatakan dukungan agar Partai Republik di DPR AS memberikan suara untuk merilis berkas kasus Jeffrey Epstein. Pernyataan ini menandai perubahan sikap yang cukup mencolok dari posisi Trump sebelumnya yang meremehkan dorongan untuk membuka dokumen tersebut.

“Anggota Partai Republik di DPR harus memberikan suara untuk merilis berkas Epstein, karena kami tidak punya apa pun untuk disembunyikan, dan sudah waktunya untuk melanjutkan dari Penipuan Demokrat yang dilakukan oleh Kaum Kiri Radikal untuk mengalihkan perhatian dari Kesuksesan Besar Partai Republik, termasuk Kemenangan kami baru-baru ini atas ‘Shutdown’ Demokrat,’” tulis Trump di Truth Social tak lama setelah tiba di Washington.

“Beberapa ‘anggota’ Partai Republik sedang ‘diperalat,’ dan kita tidak bisa membiarkan hal itu terjadi. Mari mulai berbicara tentang Pencapaian Rekor Partai Republik, dan tidak jatuh ke dalam ‘PERANGKAP’ Epstein, yang sebenarnya merupakan kutukan bagi Demokrat, bukan bagi kami.”

Selama ini, Trump kerap meragukan upaya dari Demokrat dan sebagian anggota Republik yang meminta semua berkas terkait Epstein dipublikasikan. DPR dijadwalkan melakukan pemungutan suara pekan ini terkait kemungkinan membuka lebih banyak dokumen dari kasus pelaku kejahatan seksual tersebut.

Penyintas Epstein

Di sisi lain, para penyintas Epstein melakukan dorongan publik pada menit terakhir untuk meyakinkan Partai Republik agar mendukung pembukaan seluruh berkas. Sebuah video seruan layanan masyarakat dirilis Minggu malam oleh organisasi World Without Exploitation, yang berfokus pada upaya melawan eksploitasi seksual.

Dalam video tersebut, sejumlah penyintas memegang foto mereka saat remaja, umur ketika mereka pertama kali bertemu Epstein. “Saya menderita begitu banyak rasa sakit,” ucap salah satu dari mereka sambil menangis, sebelum menyebutkan usia mereka ketika berinteraksi dengan Epstein, 14, 16, 17. “Ini adalah saya, saat saya bertemu Jeffrey Epstein.”

“Ada sekitar seribu dari kami,” kata seorang penyintas. Sementara suara lainnya menambahkan, “Sudah waktunya membawa rahasia ini keluar dari bayang-bayang.”

Pekan lalu, petisi pemaksaan (discharge petition) untuk memaksa DPR menggelar pemungutan suara terkait rilis berkas Epstein memperoleh tanda tangan terakhir yang dibutuhkan. Meski hanya empat anggota Partai Republik yang menandatangani petisi tersebut, laporan menunjukkan banyak anggota GOP lain diperkirakan akan mendukung rilis berkas dalam pemungutan suara.

Lauren Hersh, direktur nasional World Without Exploitation, mengatakan para penyintas melihat momen ini sebagai kesempatan penting. “Para penyintas percaya pemungutan suara ini menawarkan kesempatan untuk berdiri tegas di sisi perlindungan anak di bawah umur dari kekerasan,” ujarnya. 

“Mereka ingin publik melihat bagaimana celah dalam sistem memungkinkan seorang predator beroperasi selama bertahun-tahun dan memahami apa yang harus berubah agar hal itu tidak terjadi lagi.” (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik