Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Konflik Internal GOP Memanas, Greene Mengaku Jadi Target Serangan Trump

Ferdian Ananda Majni
16/11/2025 20:06
Konflik Internal GOP Memanas, Greene Mengaku Jadi Target Serangan Trump
Presiden AS Donald Trump.(Bernama)

ANGGOTA Partai Republik, Marjorie Taylor Greene menuduh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah membahayakan keselamatannya. Dia mengatakan bahwa serangan Trump terhadap dirinya di media sosial telah memicu gelombang ancaman baru.

Greene mengungkap pada Sabtu (15/11) bahwa sebuah perusahaan keamanan swasta telah menghubunginya untuk memperingatkan situasi keselamatannya.

"Retorika agresif yang menyerang saya secara historis telah menyebabkan ancaman pembunuhan dan banyak hukuman bagi orang-orang yang teradikalisasi oleh retorika serupa yang ditujukan kepada saya saat ini," tulis Greene, anggota DPR dari Georgia, di X.

"Kali ini oleh Presiden Amerika Serikat," ucapnya.

Hingga kini, Gedung Putih belum memberikan tanggapan atas pernyataannya.

Pada Jumat malam, Trump memutus hubungan dengan Greene melalui unggahan media sosial yang bernada tajam. Ia menyebut Greene sebagai aneh dan orang gila yang suka mengomel, bahkan mengeklaim bahwa ia enggan menjawab telepon Greene. 

Kritik itu berlanjut pada Sabtu melalui dua unggahan tambahan, di mana Trump menyebutnya Anggota Kongres yang lemah pengkhianat dan aib bagi Partai Republik.

Trump memicu gelombang troll internet radikal

Dalam tanggapan awalnya pada Jumat, Greene menuduh Trump menyebarkan kebohongan tentang dirinya serta berupaya menekan anggota Partai Republik jelang pemungutan suara DPR minggu depan terkait rilis berkas Departemen Kehakiman mengenai mendiang Jeffrey Epstein, yakni pemodal yang pernah dinyatakan bersalah atas kejahatan seksual terhadap anak dan pernah dekat dengan Trump pada 1990-an dan 2000-an sebelum hubungan mereka memburuk.

Pada Sabtu, Greene menulis bahwa ia kini memiliki sedikit pemahaman mengenai ketakutan dan tekanan yang dialami para korban Epstein, yang meninggal bunuh diri di penjara pada 2019.

"Sebagai seorang Republikan, yang mayoritas mendukung rancangan undang-undang dan agenda Presiden Trump, agresinya terhadap saya yang juga memicu sifat berbisa para troll internet radikalnya (yang banyak di antaranya dibayar), ini benar-benar mengejutkan semua orang," tulisnya.

Pada Rabu sebelumnya, Greene menjadi satu dari hanya empat anggota DPR Partai Republik yang bergabung dengan Demokrat dalam menandatangani petisi untuk memaksa pemungutan suara mengenai publikasi penuh berkas Epstein, sebuah langkah yang kembali menyeret nama Trump dalam skandal tersebut.

Trump menyebut kehebohan terkait Epstein sebagai hoaks yang didorong Partai Demokrat.

Ia juga memberi sinyal di Truth Social bahwa para pemilih konservatif di distrik Greene mungkin mempertimbangkan penantang baru, dan menyatakan kesiapannya mendukung kandidat yang tepat untuk menantang Greene dalam pemilu kongres mendatang.

Kecaman dari pendukung Trump di dunia maya bukanlah hal baru, influencer sayap kanan dan tokoh media konservatif telah lama menjadi kekuatan digital yang efektif dalam menyebarkan narasi, klaim palsu, serta upaya mendiskreditkan para penentang Trump. (Al Jazeera/Fer/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya