Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

DPR AS Siap Voting RUU Rilis Dokumen Kasus Jeffrey Epstein Pekan Depan

Thalatie K Yani
13/11/2025 07:33
DPR AS Siap Voting RUU Rilis Dokumen Kasus Jeffrey Epstein Pekan Depan
Ketua DPR AS Mike Johnson memastikan voting RUU yang memaksa Departemen Kehakiman merilis seluruh berkas kasus Jeffrey Epstein akan digelar pekan depan. (Media Sosial X)

KETUA DPR Amerika Serikat Mike Johnson mengumumkan pada Rabu (12/11) akan menggelar voting untuk RUU yang memerintahkan Departemen Kehakiman (DOJ) merilis seluruh berkas penyelidikan kasus Jeffrey Epstein. Pemungutan suara dijadwalkan berlangsung pekan depan, lebih cepat dari jadwal sebelumnya.

“Kami akan membawa RUU itu ke lantai untuk pemungutan suara penuh minggu depan,” ujar Johnson kepada wartawan. Ia menambahkan, Komite Pengawasan DPR (House Oversight Committee) terus bekerja “siang malam” dalam penyelidikan paralel terkait kasus Epstein.

Langkah Johnson ini dilakukan setelah petisi pengesahan (discharge petition) yang diajukan anggota DPR Ro Khanna (Demokrat) dan Thomas Massie (Republikan) resmi mencapai 218 tanda tangan. Jumlah minimum yang diperlukan agar RUU bisa dipaksa untuk dibawa ke pemungutan suara di DPR.

Transparansi

Sementara itu, pejabat tinggi pemerintahan Trump dilaporkan bertemu dengan anggota DPR Lauren Boebert guna membahas upaya percepatan rilis dokumen DOJ terkait Epstein. Pertemuan tersebut dikonfirmasi Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt, yang menyebutnya sebagai bentuk keterbukaan.

“Bukankah itu menunjukkan tingkat transparansi kami, ketika pemerintah bersedia duduk bersama anggota Kongres dan membahas kekhawatiran mereka?” kata Leavitt dalam konferensi pers.

Boebert sendiri mengunggah pernyataan di platform X setelah pertemuan tersebut. “Saya berterima kasih kepada pejabat Gedung Putih yang telah bertemu dengan saya hari ini. Kami berkomitmen untuk memastikan transparansi bagi rakyat Amerika,” tulisnya.

Dukungan terhadap upaya ini juga datang dari anggota Partai Republik lain seperti Nancy Mace dan Marjorie Taylor Greene, serta disahkan anggota baru DPR dari Partai Demokrat, Adelita Grijalva, yang menjadi penandatangan ke-218.

Jika RUU ini lolos di DPR, langkah berikutnya adalah pembahasan di Senat yang dikuasai Partai Republik sebelum akhirnya disahkan Presiden Donald Trump. Trump disebut sempat mengkritik inisiatif tersebut, meski ia tidak pernah dituduh terlibat dalam kejahatan Epstein.

Kasus Jeffrey Epstein, pelaku perdagangan seks anak yang meninggal di penjara pada 2019, kembali memicu perdebatan politik setelah Komite Pengawasan DPR merilis dokumen baru dari harta peninggalan Epstein. Berkas-berkas DOJ yang belum dipublikasikan diyakini berisi hasil investigasi mendalam yang belum pernah diungkap ke publik. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik