Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA DPR Amerika Serikat Mike Johnson mengumumkan pada Rabu (12/11) akan menggelar voting untuk RUU yang memerintahkan Departemen Kehakiman (DOJ) merilis seluruh berkas penyelidikan kasus Jeffrey Epstein. Pemungutan suara dijadwalkan berlangsung pekan depan, lebih cepat dari jadwal sebelumnya.
“Kami akan membawa RUU itu ke lantai untuk pemungutan suara penuh minggu depan,” ujar Johnson kepada wartawan. Ia menambahkan, Komite Pengawasan DPR (House Oversight Committee) terus bekerja “siang malam” dalam penyelidikan paralel terkait kasus Epstein.
Langkah Johnson ini dilakukan setelah petisi pengesahan (discharge petition) yang diajukan anggota DPR Ro Khanna (Demokrat) dan Thomas Massie (Republikan) resmi mencapai 218 tanda tangan. Jumlah minimum yang diperlukan agar RUU bisa dipaksa untuk dibawa ke pemungutan suara di DPR.
Sementara itu, pejabat tinggi pemerintahan Trump dilaporkan bertemu dengan anggota DPR Lauren Boebert guna membahas upaya percepatan rilis dokumen DOJ terkait Epstein. Pertemuan tersebut dikonfirmasi Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt, yang menyebutnya sebagai bentuk keterbukaan.
“Bukankah itu menunjukkan tingkat transparansi kami, ketika pemerintah bersedia duduk bersama anggota Kongres dan membahas kekhawatiran mereka?” kata Leavitt dalam konferensi pers.
Boebert sendiri mengunggah pernyataan di platform X setelah pertemuan tersebut. “Saya berterima kasih kepada pejabat Gedung Putih yang telah bertemu dengan saya hari ini. Kami berkomitmen untuk memastikan transparansi bagi rakyat Amerika,” tulisnya.
Dukungan terhadap upaya ini juga datang dari anggota Partai Republik lain seperti Nancy Mace dan Marjorie Taylor Greene, serta disahkan anggota baru DPR dari Partai Demokrat, Adelita Grijalva, yang menjadi penandatangan ke-218.
Jika RUU ini lolos di DPR, langkah berikutnya adalah pembahasan di Senat yang dikuasai Partai Republik sebelum akhirnya disahkan Presiden Donald Trump. Trump disebut sempat mengkritik inisiatif tersebut, meski ia tidak pernah dituduh terlibat dalam kejahatan Epstein.
Kasus Jeffrey Epstein, pelaku perdagangan seks anak yang meninggal di penjara pada 2019, kembali memicu perdebatan politik setelah Komite Pengawasan DPR merilis dokumen baru dari harta peninggalan Epstein. Berkas-berkas DOJ yang belum dipublikasikan diyakini berisi hasil investigasi mendalam yang belum pernah diungkap ke publik. (CNN/Z-2)
Pemimpin Demokrat Hakeem Jeffries mengkritik keras operasi militer Donald Trump di Venezuela. Sementara Speaker Mike Johnson membela tindakan tersebut sebagai wewenang presiden.
Presiden Donald Trump kembali memicu kontroversi setelah mengeluarkan komentar yang mengejutkan tentang kematian sutradara Rob Reiner dan istrinya, Michele.
Setelah Senat AS menyetujui rancangan anggaran untuk mengakhiri penutupan pemerintahan terpanjang dalam sejarah, pertarungan kini berpindah ke DPR.
Sejumlah anggota Partai Republik mendesak Presiden Donald Trump terlibat langsung dalam upaya mengakhiri penutupan pemerintahan AS.
Kebuntuan antara Partai Demokrat dan Republik terus berlanjut dalam upaya mengakhiri penutupan sebagian pemerintahan AS.
Ribuan pesan antara Jeffrey Epstein dan tokoh-tokoh elite Amerika dirilis DPR AS, mengungkap jejaring pengaruhnya meski berstatus predator seksual sejak 2008.
Presiden Donald Trump menyatakan siap menandatangani RUU yang mewajibkan Departemen Kehakiman membuka seluruh dokumen terkait kasus Jeffrey Epstein.
Anggota Kongres AS menuding Andrew Mountbatten-Windsor menghindari permintaan pemeriksaan terkait penyelidikan penanganan kasus Jeffrey Epstein.
Donald Trump berubah sikap dengan mendorong Partai Republik merilis berkas kasus Jeffrey Epstein.
Setelah Senat AS menyetujui rancangan anggaran untuk mengakhiri penutupan pemerintahan terpanjang dalam sejarah, pertarungan kini berpindah ke DPR.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved