Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Anggota Kongres Tuduh Andrew Mountbatten-Windsor Menghindari Permintaan Pemeriksaan Kasus Epstein

Thalatie K Yani
18/11/2025 05:53
Anggota Kongres Tuduh Andrew Mountbatten-Windsor Menghindari Permintaan Pemeriksaan Kasus Epstein
Anggota Kongres AS menuding Andrew Mountbatten-Windsor menghindari permintaan pemeriksaan terkait penyelidikan penanganan kasus Jeffrey Epstein. (Media Sosial X)

SEORANG anggota Kongres yang tengah menyelidiki penanganan kasus Jeffrey Epstein menuding Andrew Mountbatten-Windsor “bersembunyi” dari permintaan resmi komite untuk memberikan kesaksian. Ketika Dewan Perwakilan Rakyat AS semakin mendekati pemungutan suara penting terkait rilis dokumen pemerintah tentang dugaan jaringan perdagangan seks tersebut.

Suhas Subramanyam, anggota Partai Demokrat di Komite Pengawasan DPR, mengatakan pihaknya telah meminta Mountbatten-Windsor duduk dalam pemeriksaan sehubungan dengan penyelidikan bagaimana pemerintah menangani kasus Epstein, yang meninggal saat menunggu persidangan pada 2019. Namun hingga kini, ia belum menerima respons apa pun.

“Dia bersembunyi dari kami, dan saya pikir dia akan terus berusaha bersembunyi dari orang-orang yang melakukan investigasi serius atas masalah ini,” ujar Subramanyam.

Mountbatten-Windsor sebelumnya dicopot dari gelar kerajaan oleh Raja Charles menyusul sorotan atas hubungannya dengan Epstein serta tuduhan pelecehan seksual yang disampaikan Virginia Giuffre, yang mengatakan dirinya diperdagangkan Epstein.

Permintaan pemeriksaan itu diajukan setelah Menteri Perdagangan Inggris, Chris Bryant, menyatakan Mountbatten-Windsor seharusnya memenuhi panggilan dari anggota parlemen AS “seperti warga negara biasa”.

Pernyataan Subramanyam muncul beberapa hari setelah pimpinan Partai Republik di komite tersebut merilis lebih dari 20.000 email dari properti Epstein. Dokumen itu mengungkap hubungan Epstein dengan Donald Trump serta sejumlah tokoh berpengaruh lain, termasuk fakta Mountbatten-Windsor mempertahankan kontak lebih lama dari yang sebelumnya diketahui.

“Setiap kali kami menemukan lebih banyak bukti, nama Pangeran Andrew selalu muncul. Jika dia berharap cerita ini hilang dengan mengabaikan kami dan diam, dia akan kecewa,” ujar Subramanyam.

Ia mengakui bahwa komite memiliki keterbatasan untuk memaksa Mountbatten-Windsor hadir. Partai Republik menguasai mayoritas DPR dan tidak ada anggotanya yang menandatangani surat pemanggilan tersebut. Selain itu, sebagai warga negara asing, ia tidak dapat dipanggil dengan subpoena.

Meski bukan fokus utama penyelidikan, Subramanyam menegaskan nama Mountbatten-Windsor terus muncul sehingga tekanan untuk memberikan keterangan tidak akan hilang.

“Bahkan jika Andrew tidak datang secara sukarela, mungkin ada orang lain di sekitarnya yang bersedia memberi informasi,” katanya.

DPR dijadwalkan memberi suara pada RUU yang mewajibkan rilis dokumen pemerintah AS terkait Epstein. Trump sebelumnya menentang langkah itu, namun pada Minggu malam ia berbalik sikap dan meminta DPR menyetujuinya. Subramanyam memperkirakan RUU tersebut dapat lolos dengan “suara hampir bulat”, meski nasibnya di Senat masih belum pasti.

“Para korban telah begitu kuat dan berani, dan publik sudah muak dengan cara pemerintahan Trump menangani masalah ini,” ujar Subramanyam. Ia menilai tekanan publik dapat meningkatkan peluang RUU tersebut lolos di Senat. (The Guardian/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik