Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Andrew Mountbatten-Windsor Terancam Dihapus dari Garis Suksesi Kerajaan Inggris

Thalatie K Yani
22/2/2026 08:00
Andrew Mountbatten-Windsor Terancam Dihapus dari Garis Suksesi Kerajaan Inggris
Raja Charles dikabarkan tidak akan menentang rencana parlemen untuk menghapus Andrew Mountbatten-Windsor dari garis suksesi menyusul penangkapannya terkait kasus serius.(PA Media)

ISTANA Buckingham dilaporkan tidak akan menghalangi rencana parlemen untuk menghapus Andrew Mountbatten-Windsor dari garis suksesi takhta Inggris. Langkah drastis ini muncul setelah mantan pangeran tersebut ditangkap pekan ini atas dugaan pelanggaran berat saat menjabat sebagai utusan dagang Inggris.

Sumber kerajaan mengindikasikan Raja Charles tidak akan merintangi upaya legislatif guna memastikan Andrew tidak akan pernah bisa naik takhta. Meskipun semua gelar kerajaannya telah dicopot dan tugas resminya dihentikan, Andrew saat ini masih berada di urutan kedelapan dalam garis suksesi.

Dugaan Kebocoran Informasi Rahasia

Penangkapan Andrew didorong oleh rilis dokumen Departemen Kehakiman AS yang menunjukkan dugaan bahwa ia membocorkan informasi rahasia pemerintah kepada terpidana kasus asusila, Jeffrey Epstein. Hubungan kontroversial ini telah menjadi beban bagi monarki sejak wawancara bencana Andrew pada 2019 yang berujung pada mundurnya ia dari tugas publik.

Secara hukum, menghapus seseorang dari garis suksesi memerlukan undang-undang baru yang didukung oleh Anggota Parlemen (MP), para bangsawan di House of Lords, serta persetujuan dari King Charles sendiri. Selain itu, dukungan dari 14 negara Persemakmuran di mana raja menjabat sebagai kepala negara juga diperlukan.

Penyelidikan Polisi Terus Berlanjut

Saat ini, kepolisian terus melakukan penggeledahan di bekas kediaman Andrew, Royal Lodge di Windsor, yang diperkirakan akan berlangsung sepanjang akhir pekan. Detektif juga telah menggeledah rumah baru Andrew di perkebunan Sandringham, Norfolk, dan menyita sejumlah barang untuk diperiksa.

Pemerintah Inggris melalui Menteri Pertahanan Luke Pollard menyatakan telah bekerja sama dengan pihak Istana untuk mencegah Andrew "berpotensi berada selangkah lagi dari takhta". Namun, langkah hukum formal kemungkinan besar baru akan diambil setelah investigasi polisi selesai.

"Pemerintah sedang mempertimbangkan langkah lebih lanjut yang mungkin diperlukan, dan kami tidak mengesampingkan apa pun," tegas James Murray, Sekretaris Utama Departemen Keuangan.

Sejarah Kelam Terulang

Penangkapan Andrew pada hari ulang tahunnya yang ke-66 menandai momen bersejarah yang kelam bagi monarki Inggris. Ia adalah anggota keluarga kerajaan pertama yang ditangkap dalam lebih dari 350 tahun, sejak Charles I ditawan pada tahun 1647 dan kemudian dieksekusi.

Meskipun Andrew secara konsisten membantah melakukan kesalahan terkait persahabatannya dengan Epstein, bukti-bukti baru terus bermunculan. Dengan penyelidikan yang masih berjalan secara aktif, posisi Andrew di dalam struktur hukum kerajaan Inggris kini berada di ujung tanduk. (The Guardian/Z-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya