Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Skandal Pangeran Andrew: Surel 2010 Ungkap Undangan Pribadi untuk Epstein ke Istana Buckingham

Putri Rosmalia Octaviyani
04/2/2026 15:11
Skandal Pangeran Andrew: Surel 2010 Ungkap Undangan Pribadi untuk Epstein ke Istana Buckingham
Istana Buckingham, tempat yang disebut dalam dokumen Epstein.(Dok. AFP/Nicholls)

DOKUMEN rahasia yang baru dirilis oleh Departemen Kehakiman (DOJ) Amerika Serikat pada awal 2026 kembali mengguncang Kerajaan Inggris. Sebuah rangkaian surel dari tahun 2010 menunjukkan bahwa Pangeran Andrew secara aktif mengundang Jeffrey Epstein, terpidana kasus pelecehan seksual anak, untuk berkunjung ke Istana Buckingham dengan jaminan privasi penuh.

Penemuan ini menjadi bukti krusial yang membantah pernyataan Duke of York sebelumnya bahwa ia telah memutuskan hubungan dengan miliarder tersebut setelah Epstein bebas dari penjara. Dalam korespondensi tertanggal 29 September 2010, Andrew terlihat menawarkan akses eksklusif ke kediaman resmi kerajaan.

Isi Surel yang Bocor

Berdasarkan data yang dirilis, Pangeran Andrew menulis pesan kepada Epstein yang berisi tawaran untuk bertemu di London. Salah satu kutipan paling mencolok dalam surel tersebut berbunyi: "Alternatively we could have dinner at Buckingham Palace and lots of privacy" (Kita bisa makan malam di Istana Buckingham dan mendapatkan banyak privasi).

Epstein kemudian membalas pesan tersebut dengan menyatakan bahwa dirinya sudah berada di London dan menanyakan waktu yang tepat untuk bertemu, sembari menekankan bahwa mereka memerlukan "private time" (waktu pribadi). Andrew merespons dengan antusias melalui surel lain yang berbunyi: "Delighted for you to come here to BP. Come with whomever and I'll be here free from 1600ish to 2000."

Kontradiksi Pernyataan Resmi

Fakta ini sangat bertolak belakang dengan wawancara Newsnight yang kontroversial pada 2019. Kala itu, Andrew mengklaim bahwa kunjungannya ke New York pada Desember 2010 dilakukan semata-mata untuk mengakhiri persahabatan mereka secara terhormat. Namun, surel ini menunjukkan bahwa hubungan keduanya justru masih sangat akrab dan bahkan melibatkan penggunaan fasilitas kerajaan untuk pertemuan tertutup.

Poin Penting Dokumen DOJ 2026:

  • Surel dikirim pada September 2010, pasca-pembebasan Epstein dari penjara.
  • Andrew menawarkan Istana Buckingham sebagai lokasi pertemuan yang privat.
  • Terdapat tawaran pertemuan dengan perempuan Rusia yang difasilitasi oleh Epstein.

Selain undangan tersebut, dokumen DOJ juga mengungkap adanya tawaran dari Epstein kepada Andrew untuk bertemu dengan seorang perempuan Rusia berusia 26 tahun. Andrew merespons tawaran tersebut dengan menanyakan rincian lebih lanjut, yang semakin memperkeruh citra sang pangeran di mata publik.

Hingga saat ini, pihak Istana Buckingham belum memberikan komentar resmi terkait bocoran dokumen terbaru ini. Skandal ini diprediksi akan semakin menyulitkan posisi Andrew dalam struktur keluarga kerajaan Inggris yang saat ini dipimpin oleh Raja Charles III. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya