Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PASANGAN Duke dan Duchess of Sussex, Pangeran Harry dan Meghan Markle, melontarkan kritik pedas terhadap Tom Bower, penulis buku biografi kerajaan terbaru. Mereka menyebut karya tersebut sebagai bentuk "konspirasi gila dan melodrama."
Reaksi keras ini muncul setelah surat kabar The Times menerbitkan cuplikan buku terbaru Bower yang berjudul Betrayal: Power, Deceit And The Fight For The Future Of The Royal Family. Dalam buku tersebut, Bower memaparkan berbagai klaim kontroversial mengenai dinamika internal keluarga kerajaan Inggris.
Dalam tulisannya, Bower mengeklaim Ratu Camilla pernah memberi tahu seorang teman, Meghan telah "mencuci otak" Pangeran Harry. Tak hanya itu, ia juga menulis Meghan dianggap sebagai "agen pemecah belah" dan dipandang sebagai "ancaman" oleh Pangeran William dan Catherine, Princess of Wales.
Bower juga menyoroti ketegangan yang terjadi sebelum Harry dan Meghan memutuskan mundur sebagai anggota senior kerajaan pada 2020. Menurutnya, William dan Catherine merasa khawatir karena Meghan dianggap meratapi kecilnya peluang Harry menjadi raja, serta menyesali fakta bahwa dirinya tidak akan pernah menjadi ratu.
Klaim lain yang cukup provokatif adalah mengenai kekhawatiran Pangeran Harry bahwa kakaknya, sang calon raja, suatu saat nanti dapat mencopot semua gelar Sussex dan secara efektif mengusirnya dari Inggris.
Menanggapi rentetan klaim tersebut, juru bicara Pangeran Harry dan Meghan menyatakan Bower telah lama melampaui batas dari sekadar kritik menjadi sebuah fiksasi atau obsesi.
"Ini adalah seseorang yang telah menyatakan secara terbuka 'monarki sebenarnya bergantung pada pemusnahan keluarga Sussex dari kehidupan negara kita,' bahasa yang sudah menjelaskan dirinya sendiri," ujar juru bicara tersebut dalam pernyataan resmi pada Sabtu.
Pihak Sussex menuding Bower membangun karier dengan menyusun teori-teori rumit tentang orang-orang yang tidak ia kenal dan tidak pernah ia temui.
"Mereka yang tertarik pada fakta akan mencari di tempat lain; mereka yang mencari konspirasi gila dan melodrama tahu persis di mana harus menemukannya," tambah pernyataan tersebut.
Selain hubungan keluarga, buku ini juga membahas kegiatan bisnis dan amal Harry dan Meghan di Amerika Serikat, termasuk kesepakatan mereka dengan Netflix dan Spotify. Bower bahkan memberikan label "The Meghan Games" pada bagian yang membahas Invictus Games, merujuk pada dominasi liputan media terhadap Meghan di turnamen olahraga bagi veteran militer tersebut.
Buku Betrayal ini merupakan karya kedua Bower tentang pasangan tersebut setelah sebelumnya ia merilis Revenge: Meghan, Harry, And the War Between the Windsors pada tahun 2022. Hingga saat ini, pihak Istana belum memberikan komentar resmi terkait klaim-klaim yang ada di dalam buku tersebut. (BBC/Z-2)
Duchess of Sussex, Meghan Markle, akan mengisi acara eksklusif perempuan di Sydney. Harga tiketnya lebih dari Rp30 juta.
Pangeran Harry memberikan kesaksian emosional melawan Associated Newspapers.
Menilik kartu Natal keluarga kerajaan Eropa tahun 2025. Dari Pangeran William hingga Raja Charles, semua mengusung tema keakraban yang santai.
Meghan Markle dan Pangeran Harry melibatkan Archie dan Lilibet dalam kegiatan sosial menyiapkan makanan untuk komunitas Los Angeles bersama OBKLA.
Biografi terbaru mengungkap peringatan tegas Pangeran Philip kepada Pangeran Harry saat mengumumkan pertunangannya dengan Meghan Markle.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved