Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PANGERAN Harry kemungkinan besar baru saja melewati momen terakhirnya di kursi saksi. Setelah bertahun-tahun terjebak dalam pertempuran hukum melawan pers Inggris, Duke of Sussex menutup kesaksiannya dalam gugatan melawan Associated Newspapers dengan nada yang sangat personal dan emosional.
Dalam persidangan di Pengadilan Tinggi (High Court) yang berlangsung selama dua jam tersebut, Harry menggambarkan seluruh rangkaian proses hukum ini sebagai "pengalaman yang mengerikan". Mengenakan setelan gelap dan dasi, ia mengecam obsesi media yang dianggapnya telah merampas hak privasinya dan keluarga.
Suasana persidangan terasa sangat kaku. Harry kerap memberikan jawaban singkat dengan nada tegang saat dicecar mengenai berbagai berita masa lalu yang menurutnya telah "mengomersialkan" kehidupan pribadinya. Ia mengaku perhatian konstan dari media telah mendorongnya ke tingkat "paranoia" yang akut, terutama dalam menjaga hubungan asmaranya.
Ketegangan sempat memuncak hingga Hakim Mr. Justice Nicklin harus mengintervensi. Hakim mengingatkan Harry untuk sekadar menjawab pertanyaan dan tidak mendebat balik pengacara lawan. Meski tetap sopan, Harry tampak menahan amarah yang mendalam.
"Mereka telah membuat hidup istri saya benar-benar sengsara," ujar Harry dengan suara yang bergetar, kalimat yang diprediksi akan menjadi kata-kata terakhirnya di ruang sidang Inggris.
Persidangan ini menampilkan kontras yang tajam. Di satu sisi, Harry membawa narasi kemarahan moral atas apa yang ia klaim sebagai pengumpulan informasi secara ilegal. Di sisi lain, pengacara Associated Newspapers, Antony White, menghadapi Harry dengan pendekatan yang dingin dan sangat teknis, mencoba membuktikan berita-berita tersebut diperoleh secara sah.
Banyak materi yang diperdebatkan berasal dari berita lama, menciptakan suasana janggal di dalam ruang sidang yang modern. Harry, yang kini berusia empat puluhan, dipaksa menggali kembali luka dari masa mudanya yang selama ini terus menghantuinya.
Meski persidangan ini masih akan berlangsung selama beberapa pekan ke depan, bagi Harry, momen ini merupakan pencapaian tersendiri. Ia berhasil menyampaikan rasa kemarahan moralnya tanpa memicu gosip baru tentang keluarganya di Kerajaan Inggris.
"Hari ini kami mengingatkan grup Mail siapa yang sedang diadili dan mengapa," tegas Harry usai persidangan.
Bagi sang Pangeran, ini mungkin bukan sekadar akhir dari sebuah deposisi, melainkan penutupan dari babak hidupnya yang penuh tekanan di bawah sorotan hukum dan media Inggris. (BBC/Z-2)
Menilik kartu Natal keluarga kerajaan Eropa tahun 2025. Dari Pangeran William hingga Raja Charles, semua mengusung tema keakraban yang santai.
Meghan Markle dan Pangeran Harry melibatkan Archie dan Lilibet dalam kegiatan sosial menyiapkan makanan untuk komunitas Los Angeles bersama OBKLA.
Biografi terbaru mengungkap peringatan tegas Pangeran Philip kepada Pangeran Harry saat mengumumkan pertunangannya dengan Meghan Markle.
Setelah enam tahun vakum dari dunia akting, Meghan Markle kembali bermain film lewat proyek Amazon MGM “Close Personal Friends” bersama Brie Larson dan Henry Golding.
Pangeran Harry meminta maaf kepada Kanada setelah memakai topi Los Angeles Dodgers saat menghadiri pertandingan World Series melawan Toronto Blue Jays.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved