Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Kesaksian Terakhir Pangeran Harry: Mereka Membuat Hidup Istri Saya Sengsara

Thalatie K Yani
22/1/2026 06:31
Kesaksian Terakhir Pangeran Harry: Mereka Membuat Hidup Istri Saya Sengsara
Pangeran Harry memberikan kesaksian emosional melawan Associated Newspapers. (ABC News)

PANGERAN Harry kemungkinan besar baru saja melewati momen terakhirnya di kursi saksi. Setelah bertahun-tahun terjebak dalam pertempuran hukum melawan pers Inggris, Duke of Sussex menutup kesaksiannya dalam gugatan melawan Associated Newspapers dengan nada yang sangat personal dan emosional.

Dalam persidangan di Pengadilan Tinggi (High Court) yang berlangsung selama dua jam tersebut, Harry menggambarkan seluruh rangkaian proses hukum ini sebagai "pengalaman yang mengerikan". Mengenakan setelan gelap dan dasi, ia mengecam obsesi media yang dianggapnya telah merampas hak privasinya dan keluarga.

Tensi Tinggi di Ruang Sidang

Suasana persidangan terasa sangat kaku. Harry kerap memberikan jawaban singkat dengan nada tegang saat dicecar mengenai berbagai berita masa lalu yang menurutnya telah "mengomersialkan" kehidupan pribadinya. Ia mengaku perhatian konstan dari media telah mendorongnya ke tingkat "paranoia" yang akut, terutama dalam menjaga hubungan asmaranya.

Ketegangan sempat memuncak hingga Hakim Mr. Justice Nicklin harus mengintervensi. Hakim mengingatkan Harry untuk sekadar menjawab pertanyaan dan tidak mendebat balik pengacara lawan. Meski tetap sopan, Harry tampak menahan amarah yang mendalam.

"Mereka telah membuat hidup istri saya benar-benar sengsara," ujar Harry dengan suara yang bergetar, kalimat yang diprediksi akan menjadi kata-kata terakhirnya di ruang sidang Inggris.

Emosi vs Forensik

Persidangan ini menampilkan kontras yang tajam. Di satu sisi, Harry membawa narasi kemarahan moral atas apa yang ia klaim sebagai pengumpulan informasi secara ilegal. Di sisi lain, pengacara Associated Newspapers, Antony White, menghadapi Harry dengan pendekatan yang dingin dan sangat teknis, mencoba membuktikan berita-berita tersebut diperoleh secara sah.

Banyak materi yang diperdebatkan berasal dari berita lama, menciptakan suasana janggal di dalam ruang sidang yang modern. Harry, yang kini berusia empat puluhan, dipaksa menggali kembali luka dari masa mudanya yang selama ini terus menghantuinya.

Babak Baru bagi Harry?

Meski persidangan ini masih akan berlangsung selama beberapa pekan ke depan, bagi Harry, momen ini merupakan pencapaian tersendiri. Ia berhasil menyampaikan rasa kemarahan moralnya tanpa memicu gosip baru tentang keluarganya di Kerajaan Inggris.

"Hari ini kami mengingatkan grup Mail siapa yang sedang diadili dan mengapa," tegas Harry usai persidangan.

Bagi sang Pangeran, ini mungkin bukan sekadar akhir dari sebuah deposisi, melainkan penutupan dari babak hidupnya yang penuh tekanan di bawah sorotan hukum dan media Inggris. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya