Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Gedung Putih Bantah Tuduhan Trump Tahu Soal Kasus Jeffrey Epstein

Thalatie K Yani
13/11/2025 05:57
Gedung Putih Bantah Tuduhan Trump Tahu Soal Kasus Jeffrey Epstein
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt(Instagram)

GEDUNG Putih menepis tuduhan baru Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengetahui dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang dilakukan Jeffrey Epstein. Isu ini kembali mencuat setelah Partai Demokrat merilis sejumlah email lama yang menyebut nama Trump dalam korespondensi pribadi Epstein.

Dalam salah satu email, Epstein menggambarkan Trump sebagai “anjing yang belum menggonggong”, mengisyaratkan nama sang presiden belum terseret dalam skandal tersebut. Namun, dokumen yang dipublikasikan pada Rabu (12/11) itu menimbulkan spekulasi baru, Trump pernah menghabiskan waktu dengan salah satu korban Epstein.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, langsung turun tangan menjawab pertanyaan media. Ia menyebut tuduhan tersebut sebagai upaya politik untuk menjatuhkan Trump.

“Email-email ini sama sekali tidak membuktikan apa pun selain bahwa Presiden Trump tidak melakukan kesalahan,” ujar Leavitt dalam konferensi pers di Washington.

Leavitt menegaskan Trump sudah lama memutus hubungan dengan Epstein. “Presiden Trump berasal dari Palm Beach, begitu juga Jeffrey Epstein. Epstein pernah menjadi anggota klub Mar-a-Lago sampai Presiden Trump mengusirnya karena dia adalah seorang pedofil dan orang yang menjijikkan,” katanya.

Saat ditanya mengapa Gedung Putih tidak membuka seluruh arsip terkait Epstein. Leavitt menjawab pemerintahan Trump sudah bertindak transparan.

“Pemerintahan ini telah menyerahkan ribuan dokumen kepada publik dan bekerja sama dengan Komite Pengawasan DPR. Itulah sebabnya Anda melihat dokumen-dokumen yang dirilis hari ini,” ujarnya.

Leavitt juga menuding Partai Demokrat sengaja membocorkan email-email itu untuk mengalihkan perhatian dari isu pembukaan kembali pemerintahan.

“Tidak ada yang kebetulan di Washington. Fakta bahwa Demokrat membocorkan email ini pagi ini, bertepatan dengan upaya Partai Republik membuka kembali pemerintahan, menunjukkan bahwa ini hanyalah kampanye distraksi,” tambahnya.

Menjelang akhir konferensi pers, Leavitt berusaha mengalihkan fokus dengan menjawab pertanyaan tentang isu lain, termasuk pembahasan soal potensi penutupan pemerintahan. Strategi itu berhasil mengakhiri sesi tanya jawab yang sempat memanas soal Epstein.

Bagi Gedung Putih, isu yang berpotensi menjadi krisis politik besar itu akhirnya berlalu tanpa guncangan berarti. Leavitt tampak tenang dan yakin, menutup konferensi tanpa menunjukkan tekanan sedikit pun. (The Guardian/Z-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya