Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Gedung Putih Salahkan Demokrat Terkait Penembakan Fatal oleh Agen ICE di Minneapolis

Thalatie K Yani
27/1/2026 04:23
Gedung Putih Salahkan Demokrat Terkait Penembakan Fatal oleh Agen ICE di Minneapolis
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt(White House)

GEDUNG Putih menyatakan Presiden Donald Trump tidak ingin melihat adanya kekerasan di jalanan Amerika Serikat. Namun, di saat yang sama, pihak kepresidenan kembali melemparkan kesalahan kepada Partai Demokrat setelah agen anti-imigran menembak mati orang kedua di Minneapolis.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyebut kematian Alex Pretti sebagai sebuah "tragedi". Pretti tewas pada hari Sabtu setelah ditembak oleh agen federal dalam operasi pengamanan imigrasi. Sebelumnya, seorang ajudan Trump sempat melabeli Pretti sebagai "teroris domestik" tanpa menyertakan bukti.

"Tidak ada seorang pun di Gedung Putih, termasuk Presiden Trump, yang ingin melihat orang-orang terluka atau terbunuh di jalanan Amerika," ujar Leavitt kepada wartawan. "Kami berduka untuk orang tuanya. Sebagai seorang ibu, tentu saja saya tidak bisa membayangkan kehilangan nyawa tersebut."

Ketegangan di Minneapolis

Meski sempat bernada duka, Leavitt dengan cepat beralih menyalahkan Partai Demokrat atas kerusuhan yang pecah sejak Trump memerintahkan lonjakan pengerahan agen Immigration and Customs Enforcement (ICE) di Minneapolis. Agen-agen bersenjata dan bertopeng tersebut dikerahkan secara masif meski mendapat penolakan dari otoritas lokal.

"Tragedi ini terjadi akibat perlawanan sengaja dan bermusuhan oleh para pemimpin Demokrat di Minnesota," tegas Leavitt, merujuk pada Gubernur Tim Walz dan Walikota Jacob Frey.

Ia menuduh pejabat terpilih dari Demokrat telah "menyebarkan kebohongan tentang petugas penegak hukum federal yang mempertaruhkan nyawa mereka setiap hari untuk menyingkirkan alien ilegal kriminal terburuk dari jalanan kita."

Gedung Putih kini menuntut kerja sama penuh dari Walz dan Frey untuk menyerahkan semua warga asing ilegal yang ditahan oleh otoritas lokal kepada agen federal.

Hak Membawa Senjata dan Risiko Penegakan Hukum

Diketahui, Alex Pretti memiliki izin resmi untuk membawa senjata api. Meskipun rekaman video tidak menunjukkan Pretti mengeluarkan senjatanya, agen ICE tetap melepaskan tembakan berkali-kali ke arahnya.

Menanggapi hal ini, Leavitt menyatakan bahwa Trump tetap mendukung hak kepemilikan senjata. Namun, ia memberikan catatan tegas terkait konfrontasi dengan petugas.

"Setiap pemilik senjata tahu bahwa ketika Anda membawa senjata, ketika Anda memegang senjata dan Anda berhadapan dengan penegak hukum, Anda meningkatkan asumsi risiko, dan risiko penggunaan kekuatan terhadap Anda," kata Leavitt. "Sayangnya itulah yang terjadi pada hari Sabtu."

Situasi di Minneapolis tetap tegang seiring dengan berlanjutnya operasi ICE yang ditentang oleh pemerintah negara bagian Minnesota. (AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya