Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS penembakan seorang migran oleh agen Layanan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) di Minneapolis bulan lalu mengambil giliran yang mengejutkan. Pihak otoritas mengungkapkan adanya dugaan kuat dua petugas lapangan memberikan "pernyataan tidak jujur" di bawah sumpah terkait kronologi kejadian tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur ICE, Todd Lyons, mengonfirmasi bahwa kedua petugas yang identitasnya masih dirahasiakan tersebut telah dibebaskan tugaskan sementara (cuti administratif). Langkah tegas ini diambil sembari menunggu hasil penyelidikan internal yang sedang berlangsung.
Awalnya, Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) melaporkan seorang petugas federal terpaksa menembak kaki seorang pria setelah diserang menggunakan sekop dan gagang sapu oleh tiga orang migran pada 14 Januari lalu.
Namun, narasi tersebut runtuh setelah bukti baru muncul. Lyons menyatakan bukti video mengungkap fakta yang bertolak belakang dengan apa yang disampaikan para petugas di pengadilan.
"Bukti video mengungkapkan kesaksian di bawah sumpah yang diberikan dua petugas terpisah tampaknya merupakan pernyataan yang tidak jujur," ujar Lyons dalam pernyataan resminya, Jumat waktu setempat.
Akibat temuan ini, hakim telah mengabulkan permohonan untuk membatalkan dakwaan terhadap dua pria yang sebelumnya dituduh menyerang petugas tersebut.
Lyons menekankan pihaknya tidak akan menoleransi segala bentuk pelanggaran integritas, terutama terkait proses hukum. Investigasi kini tengah dilakukan secara intensif oleh kantor Kejaksaan AS.
"Berbohong di bawah sumpah adalah pelanggaran federal yang serius. Setelah penyelidikan selesai, para petugas tersebut terancam pemutusan hubungan kerja (PHK), serta potensi tuntutan pidana," tegas Lyons.
Kasus ini sempat memicu reaksi keras dari pejabat tinggi. Tak lama setelah insiden, pemerintah menyatakan bahwa kedua pria tersebut adalah warga negara Venezuela tanpa status hukum legal. Sekretaris Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, bahkan sempat memberikan pernyataan simpati kepada agen yang terlibat.
"Dia dipukuli, dia memar, dia terluka, dia sedang mendapatkan perawatan, dan kami bersyukur dia berhasil selamat," ujar Noem kala itu.
Kini, dengan munculnya bukti video yang menyanggah klaim tersebut, fokus penyelidikan beralih sepenuhnya kepada integritas para agen di lapangan yang diduga melakukan rekayasa keterangan dalam penembakan tersebut. (BBC/Z-2)
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) terancam tutup akibat kegagalan negosiasi imigrasi. Simak poin-poin tuntutan Demokrat dan sikap keras Gedung Putih.
Presiden Donald Trump menginstruksikan pendekatan "lebih lembut" setelah penarikan 700 agen imigrasi dari Minneapolis menyusul tewasnya dua warga AS.
Hakim AS Alex Tostrud mencabut perintah darurat yang mewajibkan penyelidik federal menjaga bukti penembakan Alex Pretti.
Paus Leo XIV, paus pertama asal AS, memilih jalur diplomasi hati-hati dalam menghadapi polarisasi politik di tanah airnya dan kebijakan keras Donald Trump.
Sekretaris DHS Kristi Noem resmi mewajibkan penggunaan body camera bagi petugas di Minneapolis menyusul insiden penembakan fatal Alex Pretti.
Presiden Donald Trump menginstruksikan pendekatan "lebih lembut" setelah penarikan 700 agen imigrasi dari Minneapolis menyusul tewasnya dua warga AS.
Presiden Donald Trump resmi mengakhiri shutdown parsial pemerintah AS setelah menandatangani RUU anggaran terbaru.
Sekretaris DHS Kristi Noem resmi mewajibkan penggunaan body camera bagi petugas di Minneapolis menyusul insiden penembakan fatal Alex Pretti.
Gelombang protes imigrasi meluas di AS. Meski jatuh korban jiwa dan protes masif, hakim federal izinkan operasi imigrasi besar-besaran di Minnesota berlanjut.
Tom Homan resmi pimpin operasi imigrasi di Minneapolis pasca penembakan warga sipil. Simak profil "Border Tsar" dan masa depan kebijakan deportasi AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved