Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAHAN Presiden Donald Trump di periode keduanya kini berada di ambang government shutdown (penutupan pemerintah) untuk ketiga kalinya. Fokus kebuntuan kali ini berpusat pada Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS), khususnya terkait kebijakan penegakan imigrasi federal.
Hingga Kamis waktu setempat, para anggota legislatif telah meninggalkan Washington tanpa kesepakatan, sementara pendanaan untuk DHS dijadwalkan berakhir pada Jumat tengah malam. Pemimpin Partai Republik memutuskan memulangkan anggotanya setelah negosiasi dengan Partai Demokrat menemui jalan buntu.
Pemicu Utama: Insiden Berdarah di Minnesota
Ketegangan memuncak menyusul tuntutan keras Demokrat agar operasi U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) diaudit ketat. Hal ini dipicu oleh penembakan fatal oleh agen federal bulan lalu yang menewaskan Alex Pretti dan Renee Nicole Good di Minnesota.
Demokrat mengajukan tuntutan "garis merah" yang meliputi:
Ketua DPR Mike Johnson menentang keras syarat intervensi yudisial dalam deportasi. Menurutnya, syarat surat perintah dari hakim akan "menghentikan deportasi hampir semua imigran ilegal."
"Anda tidak bisa menjalankan program penegakan imigrasi jika harus mendapatkan surat perintah pengadilan setiap kali hendak menangkap seseorang. Itu tidak bisa berhasil," tegas Johnson.
Di sisi lain, Pemimpin Senat Mayoritas John Thune berharap Demokrat menunjukkan kesediaan untuk berkompromi. "Kita akan segera mengetahui apakah Demokrat serius atau tidak," ujar Thune, seraya menambahkan bahwa Gedung Putih telah banyak mengalah dalam beberapa isu utama.
Namun, pernyataan lebih tajam datang dari pejabat senior Gedung Putih. "Kami tidak akan disandera pada isu yang menjadi alasan presiden terpilih. Tampaknya jelas Demokrat akan meninggalkan pembicaraan bipartisan ini dan membiarkan departemen ditutup," ungkap pejabat tersebut secara anonim.
Senator Brian Schatz dari Hawaii memperingatkan bahwa Partai Republik meremehkan "kedalaman amarah" masyarakat atas upaya deportasi agresif Trump. "Mungkin istirahat ini akan memberi kesempatan bagi Republik untuk pulang dan mendengar kemarahan pemilih mereka sendiri mengenai gagasan kepolisian bermasker yang meneror komunitas," kata Schatz.
Meskipun negosiasi di balik layar masih berlangsung, kedua kamar legislatif tidak dijadwalkan kembali ke Washington selama 11 hari ke depan. Hal ini berarti jika tidak ada kesepakatan darurat sebelum Jumat tengah malam, DHS akan resmi mengalami kelumpuhan pendanaan, yang berdampak langsung pada operasional keamanan perbatasan dan penegakan hukum imigrasi di seluruh Amerika Serikat. (CNN/Z-2)
Presiden Donald Trump resmi membatalkan "endangerment finding" 2009, kebijakan kunci era Obama yang membatasi gas rumah kaca. Simak dampak ekonomi dan pro-kontra medisnya di sini.
DUA sekutu utama Amerika Serikat (AS) di Eropa, Polandia dan Italia memutuskan tidak bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace
Demokrat tuding Jaksa Agung Pam Bondi tutupi berkas Jeffrey Epstein dan jadikan DOJ alat balas dendam Trump.
DPR AS melakukan pemungutan suara untuk mencabut tarif impor produk Kanada yang diterapkan Donald Trump.
Presiden AS Donald Trump bertemu PM Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih. Bahas kelanjutan negosiasi nuklir Iran dan ancaman aksi militer jika kesepakatan buntu.
Presiden Donald Trump menginstruksikan pendekatan "lebih lembut" setelah penarikan 700 agen imigrasi dari Minneapolis menyusul tewasnya dua warga AS.
Hakim AS Alex Tostrud mencabut perintah darurat yang mewajibkan penyelidik federal menjaga bukti penembakan Alex Pretti.
Paus Leo XIV, paus pertama asal AS, memilih jalur diplomasi hati-hati dalam menghadapi polarisasi politik di tanah airnya dan kebijakan keras Donald Trump.
Sekretaris DHS Kristi Noem resmi mewajibkan penggunaan body camera bagi petugas di Minneapolis menyusul insiden penembakan fatal Alex Pretti.
Di tengah konser Mayhem Ball di Tokyo, Lady Gaga sampaikan pidato emosional mengecam tindakan ICE terhadap imigran di Amerika Serikat dan menyerukan perdamaian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved