Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Trump Bantah Kabar Penahanan Bocah 5 Tahun, Sementara ICE Bebaskan Tahanan di Texas

Thalatie K Yani
28/1/2026 06:12
Trump Bantah Kabar Penahanan Bocah 5 Tahun, Sementara ICE Bebaskan Tahanan di Texas
Presiden Trump sebut laporan penahanan bocah 5 tahun sebagai hoaks. Di sisi lain, ICE bebaskan tahanan Ekuador setelah diancam sanksi oleh hakim federal.(Sky News)

PRESIDEN Donald Trump membantah laporan mengenai penahanan Liam Conejo Ramos, bocah berusia 5 tahun, yang memicu kecaman luas pekan lalu. Dalam wawancara dengan Fox News, Selasa (27/1) waktu setempat, Trump menyebut pemberitaan tersebut sebagai "cerita yang sepenuhnya palsu."

Bantahan ini muncul setelah Liam dilaporkan dibawa agen federal dari kediaman keluarganya di pinggiran Minneapolis saat penangkapan ayahnya. Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) mengeklaim ayah Liam adalah warga negara Ekuador yang tinggal secara ilegal, sementara pihak keluarga menegaskan mereka sedang dalam proses mencari suaka secara sah.

Trump Keluhkan Pemberitaan Media

Kepada pembawa acara Will Cain, Trump berargumen bahwa keberhasilan administrasinya dalam mendeportasi penjahat sering kali tertutup oleh pemberitaan negatif jika terjadi satu kesalahan kecil.

"Kami mengamankan pengedar narkoba, kami mengeluarkan ribuan orang. Dan jika kami melakukan sedikit kesalahan pada satu orang saja, langsung jadi berita utama," ujar Trump.

Terlepas dari bantahan presiden, fakta hukum menunjukkan seorang hakim federal telah mengeluarkan perintah yang melarang deportasi segera terhadap Liam dan ayahnya.

Pembebasan Tahanan Guna Hindari Sanksi Pengadilan

Di saat yang sama, otoritas imigrasi AS akhirnya membebaskan Juan Hugo Tobay Robles, seorang warga negara Ekuador, dari fasilitas penahanan di Texas pada Selasa sore. Pembebasan ini dilakukan setelah Hakim Distrik AS, Patrick Schiltz, mengancam akan menjatuhkan sanksi penghinaan pengadilan (contempt of court) kepada Pelaksana Tugas Direktur ICE, Todd Lyons.

Hakim Schiltz sebelumnya memerintahkan Lyons untuk hadir dalam persidangan Jumat mendatang guna menjelaskan mengapa ICE mengabaikan perintah pengadilan untuk memberikan sidang jaminan bagi Robles. Dengan bebasnya Robles, ancaman hukum terhadap direktur ICE tersebut kemungkinan besar akan mereda.

Kondisi Tahanan yang Memprihatinkan

Robles, yang telah tinggal di AS sejak 1999, ditangkap pada awal Januari di tengah pengetatan kebijakan imigrasi pemerintahan Trump. Pengacaranya, Graham Ojala-Barbour, menyatakan meskipun ia senang pengadilan meminta pertanggungjawaban ICE, kliennya telah mengalami penderitaan mendalam selama masa penahanan.

"Preokupasinya (Robles) hanyalah untuk segera bebas dari tahanan... dia sangat menderita selama ditahan, jadi saya bersyukur dia sekarang sudah dibebaskan," kata Ojala-Barbour kepada CNN. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya