Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Rencana Operasi ICE di Minneapolis Tuai Kecaman, Trump Singgung Komunitas Somalia

Thalatie K Yani
03/12/2025 10:09
Rencana Operasi ICE di Minneapolis Tuai Kecaman, Trump Singgung Komunitas Somalia
Ilustrasi(Media Sosial X)

PEJABAT imigrasi Amerika Serikat dilaporkan tengah menyiapkan operasi di wilayah Minneapolis yang diperkirakan menargetkan populasi besar imigran asal Somalia. Kabar ini muncul seiring dengan pernyataan Presiden Donald Trump dalam rapat kabinet, ketika ia menyinggung komunitas Somalia di Minnesota dengan mengatakan, “mereka tidak memberikan kontribusi apa pun… Saya tidak menginginkan mereka di negara kita.”

Pernyataan dan rencana operasi tersebut langsung mendapat respons keras dari pejabat Minneapolis. Wali Kota Jacob Frey memperingatkan langkah Immigration and Customs Enforcement (ICE) berpotensi melanggar hak hukum warga. “Ini berarti proses hukum akan dilanggar,” ujarnya dalam konferensi pers.

Minneapolis dan St. Paul, yang dikenal sebagai Twin Cities, merupakan rumah bagi salah satu komunitas Somalia terbesar di dunia. Menurut para pemimpin lokal, terdapat sekitar 80.000 warga di kawasan itu yang berasal dari Somalia, dan sebagian besar telah menyandang status warga negara Amerika Serikat.

New York Times melaporkan operasi tersebut diperkirakan dimulai pekan ini dan melibatkan sekitar 100 agen ICE. Namun, Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) menolak memberikan rincian. Juru bicara DHS, Tricia McLaughlin, menyatakan setiap hari ICE hanya menegakkan hukum yang berlaku. “Yang membuat seseorang menjadi target ICE bukan ras atau etnis mereka, tetapi fakta bahwa mereka berada di negara ini secara ilegal,” katanya.

Langkah keras pemerintah federal ini terjadi setelah insiden penembakan dua anggota Garda Nasional di Washington DC pekan lalu yang menewaskan Sarah Beckstrom, 20, dan melukai Andrew Wolfe, 24,. Tersangka yang ditangkap diketahui berasal dari Afghanistan.

Dalam pertemuan kabinet, Trump kembali melontarkan komentar keras terhadap komunitas Somalia. “Orang-orang dari Somalia datang dari neraka dan mengeluh,” katanya. “Biarkan mereka kembali ke tempat asal dan memperbaikinya.” Trump juga mengatakan AS akan berada di jalur yang salah jika terus menerima sampah ke negara ini.

Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem menambahkan pihaknya akan menindak dugaan penipuan visa di Minnesota.

Senator negara bagian Minnesota, Zaynab Mohamed, menanggapi melalui X. “Ketika agen ICE berinteraksi dengan warga Somalia di sini, mereka akan menemukan apa yang telah kami katakan selama bertahun-tahun: Hampir semua dari kami adalah warga negara AS.”

Sejumlah pemimpin lokal menyebut rencana ini sebagai tindakan “rasis” dan upaya pengalihan isu. Gubernur Minnesota Tim Walz mengatakan, “Kami menyambut dukungan dalam menyelidiki dan menindak kejahatan. Tetapi melakukan aksi pencitraan dan menargetkan imigran secara sembarangan bukan solusi nyata atas masalah.” (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik