Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
GELOMBANG aksi mogok nasional dan unjuk rasa besar-besaran mengguncang Amerika Serikat pada Sabtu (31/1/2026). Ribuan demonstran turun ke jalan menuntut penghentian tindakan keras imigrasi pemerintahan Trump. Namun, di hari yang sama, otoritas federal mendapatkan kemenangan hukum setelah hakim menolak permintaan untuk menghentikan operasi besar-besaran di Minnesota.
Hakim Distrik AS, Katherine Menendez, memutuskan Operation Metro Surge, operasi yang melibatkan ribuan agen federal di wilayah Twin Cities, tetap boleh berlanjut. Keputusan ini keluar di tengah gugatan dari negara bagian Minnesota yang menyebut operasi tersebut sebagai "invasi federal" yang melibatkan kekerasan berlebihan dan penangkapan tanpa surat perintah.
Dalam putusannya, Hakim Menendez mengakui adanya bukti agen federal melakukan pemprofilan rasial dan penggunaan kekerasan yang membahayakan. Ia juga mencatat dampak sosial yang mendalam, mulai dari penurunan kehadiran siswa di sekolah hingga kerugian besar bagi usaha kecil.
Namun, Menendez menyatakan kerugian tersebut harus diseimbangkan dengan upaya pemerintah federal dalam menegakkan hukum imigrasi. Ia menilai argumen pemerintah negara bagian terkait pelanggaran Amandemen ke-10 tidak cukup kuat untuk menghentikan seluruh operasi secara total.
"Keputusan ini tidak mengubah kenyataan yang dialami warga di sini, ketakutan, gangguan, dan bahaya yang disebabkan oleh operasi federal yang seharusnya tidak pernah ada di Minneapolis," ujar Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey, mengekspresikan kekecewaannya.
Di Minneapolis, ribuan orang melakukan aksi jalan kaki damai bersama para pengendara motor untuk mengenang Alex Pretti, warga kedua yang tewas di tangan agen federal bulan ini. Kematian Pretti dan Renee Good telah mengubah narasi nasional mengenai penegakan hukum imigrasi, memaksa Gedung Putih mulai mengubah nada bicaranya.
Aksi serupa terjadi di lebih dari 200 lokasi di 43 negara bagian, termasuk California, New York, dan Texas. Di beberapa wilayah, pemogokan nasional bertajuk "Tanpa Kerja, Tanpa Sekolah, Tanpa Belanja" menyebabkan jendela bisnis menjadi gelap dan ruang kelas kosong.
Pemerintahan Trump juga menghadapi kecaman baru terkait kebebasan pers menyusul penangkapan mantan jangkar CNN, Don Lemon, dan jurnalis independen Georgia Fort. Keduanya ditangkap saat meliput protes di sebuah gereja di St. Paul.
"Apakah kita memiliki Konstitusi atau tidak?" tanya Georgia Fort setelah dibebaskan. Penangkapan jurnalis ini memicu kemarahan organisasi kebebasan berbicara yang menilai tindakan tersebut sebagai intimidasi terhadap pers.
Presiden Donald Trump sendiri menyatakan telah menginstruksikan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) untuk tidak melakukan intervensi dalam protes di kota-kota yang dipimpin Demokrat, kecuali ada permintaan bantuan resmi dari pejabat lokal. (CNN/Z-2)
Buntut penembakan warga dan protes besar di Minneapolis, Negara Bagian Minnesota resmi menggugat pemerintahan Trump terkait pengerahan ribuan agen ICE.
MANTAN Presiden Amerika Serikat Barack Obama menanggapi video rasis yang diunggah oleh akun media sosial Presiden Donald Trump, awal bulan ini. Obama digambarkan sebagai kera.
Donald Trump kembali mengeraskan sikap terhadap Iran.Trump menyebut pergantian rezim di Teheran sebagai solusi terbaik
Presiden Donald Trump mengancam akan mengerahkan kekuatan militer besar jika negosiasi nuklir dengan Iran gagal. AS kirim kapal induk ke Timur Tengah.
Di tengah ketegangan dengan AS terkait Greenland dan tarif dagang, Kanselir Jerman Friedrich Merz memperingatkan runtuhnya tatanan dunia di Konferensi Keamanan Munich.
Perseteruan memanas, pemerintahan Trump resmi menggugat Harvard atas dugaan penghambatan investigasi hak sipil terkait proses penerimaan mahasiswa.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa atau PBB dan Rusia menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan perdana Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved