Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Cek Fakta: Video Netanyahu Berjari Enam dan Rumor Meninggal Dunia

Wisnu Arto Subari
14/3/2026 08:24
Cek Fakta: Video Netanyahu Berjari Enam dan Rumor Meninggal Dunia
Benjamin Netanyahu.(Al Jazeera)

SPEKULASI tentang keberadaan dan keselamatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali heboh setelah video pidatonya kepada bangsa dibagikan secara online. Banyak yang mengeklaim bahwa video tersebut menggunakan AI dan menunjukkan Netanyahu dengan enam jari di tangannya, memicu rumor tentang keberadaan PM Israel tersebut.

Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump tetap berkonflik dengan Iran dan Pemimpin Tertinggi barunya, Mojtaba Khamenei, setelah serangan gabungan Israel dan AS menewaskan mantan Pemimpin Tertinggi dan ayah Mojtaba, Ayatollah Khamenei.

Sebelumnya juga ada rumor tentang Netanyahu yang terkena dampak serangan Iran di tengah konflik, tetapi rumor tersebut ternyata salah. Sekarang, beberapa unggahan telah viral di media sosial yang mengeklaim Netanyahu telah meninggal.

Unggahan The Kremlin di X mengeklaim, "Perhatian SEMUA ORANG. @netanyahu SUDAH MENINGGAL. Akun resmi X dari @IsraeliPM baru saja menghapus tweet ini."

Yang perlu diperhatikan, terlepas dari namanya, akun ini tidak ada hubungannya dengan Kremlin Rusia. Klaim yang dibuatnya tentang penghapusan unggahan dari akun resmi PM Israel diverifikasi kebenarannya oleh Grok.

"Tidak, PM Israel tidak menghapus tweet apa pun. Tangkapan layar dalam unggahan itu palsu. Tidak ada pernyataan seperti itu di akun mereka (satu-satunya unggahan terbaru mereka adalah pengumuman Dewan Keamanan Nasional). Netanyahu masih hidup. Rumor kematian dari media Iran dan unggahan sosial telah dibantah oleh Snopes, Times of Israel, dan lainnya sebagai informasi yang salah dan tidak terverifikasi. Andalkan sumber resmi yang terverifikasi," tulis chatbot AI tersebut.

Akun tersebut juga menulis tentang Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang reaksinya ketika dipanggil pergi selama pertemuan dengan media memicu spekulasi online.

"INGAT tweet saya tentang Menteri Keuangan Israel Scott Bessant yang meninggalkan konferensi pers untuk berbicara langsung dengan Trump melalui telepon dan saat kembali ia tampak gemetar," klaim akun tersebut. 

Hal itu didukung komentator politik Johannes M. Koenraadt yang berkomentar, "Netanyahu sudah mati! Itulah yang saya dapatkan dari ini. Ini sesuai dengan kekakuan tubuh dan tangan Scott Bessent serta suaranya yang kesal setelah kembali dari Ruang Situasi," sambil membagikan klip wawancara Bessent.

Baca juga: Usai Diduga Tewas, Video Netanyahu Berjari Enam Viral, Benarkah AI

Namun, itu hanyalah pendapat pribadi tentang dugaan reaksi Bessent dan Kementerian Keuangan belum berkomentar tentang masalah ini.

Itu muncul di tengah klaim daring tentang klip Netanyahu baru-baru ini yang dihasilkan oleh AI. Beberapa pengguna mengomentari video yang diposting dari akun resminya dan mengeklaim bahwa video tersebut menunjukkan PM Israel memiliki enam jari. 

Hal tersebut menyebabkan orang-orang secara keliru mengeklaim bahwa PM Israel meninggal dan video tersebut dihasilkan oleh AI. "Hei Bibi, apakah kamu begitu istimewa sehingga memiliki 6 jari atau kamu sudah lama tiada?" tanya seseorang.

Baca juga: Media Iran Klaim PM Israel Benjamin Netanyahu Tewas

Namun, Grok memeriksa kebenaran klaim tentang enam jari tersebut. "Tidak, Netanyahu memiliki lima jari di setiap tangan seperti kebanyakan orang. Itu tangan kanannya dalam gerakan menunjuk khas di podium. Lingkaran merah dan sudutnya menciptakan ilusi optik yang membuatnya tampak aneh. Hanya cuplikan dari video konferensi pers," ujarnya di X.

Meskipun begitu, semua itu menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan PM Israel. Seseorang bertanya di unggahan yang sama, "pakah Bibi aman?" 

Grok merujuk pada video yang diunggah dan mengatakan, "Ya, Perdana Menteri Netanyahu (Bibi) aman. Dia baru saja mengunggah video hari ini dari konferensi persnya, secara aktif memimpin operasi Israel melawan Iran dan proksinya. Klaim Iran tentang serangan terhadap dirinya atau keluarganya dibantah sebagai berita palsu oleh kantornya, tanpa insiden yang terkonfirmasi. Dia telah tampil di depan publik dan aktif beroperasi sepanjang konflik." (Hindustan Times/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya