Headline

Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.

Grok Sebut Video Netanyahu Minum Kopi di Kafe Deepfake

Media Indonesia
16/3/2026 06:12
Grok Sebut Video Netanyahu Minum Kopi di Kafe Deepfake
Benjamin Netanyahu.(Dok Istimewa)

KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah merembet ke ranah digital. Pada Minggu (15/3/2026), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merilis video dari kedai kopi di Tel Aviv untuk membantah rumor kematiannya.

Namun, video tersebut justru memicu perdebatan mengenai teknologi deepfake. Apalagi, chatbot AI Grok memberikan pernyataan kontroversial.

Tudingan 100% Deepfake oleh Grok

Spekulasi mengenai keaslian video Netanyahu semakin liar setelah Grok, chatbot AI milik platform X, memberikan respons atas pertanyaan pengguna. Grok secara eksplisit menyatakan bahwa video tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan.

"Itu hasil rekayasa AI. Ini adalah deepfake Benjamin Netanyahu yang sedang santai di kedai kopi, membicarakan operasi Iran/Libanon. Tidak ada kejadian nyata seperti ini," tulis Grok dalam tanggapannya yang viral. Chatbot tersebut bahkan menambahkan bahwa video itu merupakan demonstrasi teknologi AI canggih yang belum dirilis ke publik.

Pernyataan Grok ini memicu kebingungan massal, mengingat video tersebut diunggah oleh akun media sosial resmi pemerintah Israel. Hingga kini, belum ada klarifikasi teknis mengenai apakah jawaban Grok didasarkan pada analisis data nyata atau merupakan kegagalan algoritma (halusinasi AI).

Rentetan Isu dari Enam Jari hingga Pelarian ke Berlin

Sebelum insiden video kafe, Netanyahu menjadi sasaran berbagai teori konspirasi digital:

  • Anomali Fisik: Pengguna media sosial sempat mengeklaim melihat Netanyahu memiliki enam jari dalam suatu video, yang dituding sebagai cacat visual khas AI. 
  • Rumor Pembunuhan: Isu kematian Netanyahu mencuat pascaserangan di Teheran yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei. Vakumnya unggahan akun resmi PMO pada hari Sabtu (14/3) memperparah spekulasi ini.
  • Isu Pelarian: Sempat beredar kabar bahwa Netanyahu telah melarikan diri ke Berlin, Jerman, untuk menghindari upaya pembunuhan oleh pihak Iran.

Kasus ini menyoroti bagaimana konflik modern kini melibatkan perang persepsi yang sangat kompleks. Di satu sisi, pemerintah menggunakan media sosial untuk menunjukkan stabilitas, namun di sisi lain, keberadaan alat AI seperti Grok dan teknologi deepfake membuat publik semakin skeptis terhadap bukti visual apa pun.

Para ahli forensik digital mengingatkan bahwa di tahun 2026, kemampuan AI generatif telah mencapai tahap di mana mata manusia sulit membedakan antara rekaman asli dan sintetis. Hal ini memaksa audiens untuk lebih kritis dalam menerima informasi, bahkan dari akun resmi sekalipun.

Selain Netanyahu, tokoh penting lainnya seperti Iddo Netanyahu dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir juga sempat dikabarkan tewas dalam serangan udara. Namun kabar tersebut dinilai sebagai disinformasi.

Di Mana Benjamin Netanyahu Saat Ini?

Berdasarkan akun media sosial Benjamin Netanyahu dan Perdana Menteri Israel, pria berusia 76 tahun itu masih berada di Tel Aviv, Israel. Pada Minggu (15/3), selain video di kedai kopi, akun X PMO membagikan cuplikan dari siaran berita di tengah perang Iran.

Sebelum video di kedai kopi, pembaruan terakhir dari akun resmi PMO Israel ialah pada Jumat, 13 Maret. Tidak ada unggahan pada Sabtu secara signifikan meningkatkan rumor tentang kematian Netanyahu. (Hindustan Times/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya