Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Usai Diduga Tewas, Video Netanyahu Berjari Enam Viral, Benarkah AI?

Wisnu Arto Subari
14/3/2026 08:06
Usai Diduga Tewas, Video Netanyahu Berjari Enam Viral, Benarkah AI?
Benjamin Netanyahu.(Al Jazeera)

KONTROVERSI baru melanda media sosial setelah video Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu baru-baru ini memicu badai spekulasi daring. Ribuan pengguna di X (sebelumnya Twitter) mengeklaim bahwa rekaman tersebut mungkin dihasilkan atau diubah menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Video tersebut, yang muncul di tengah meningkatnya perang Iran vs AS-Israel, menjadi pusat perdebatan daring yang intens.

Tangkapan layar, klip yang diperlambat, dan analisis bingkai demi bingkai beredar luas. Banyak pengguna bersikeras bahwa rekaman tersebut menunjukkan tanda-tanda klasik media yang dihasilkan AI. Dari klaim jari tambahan hingga gangguan digital, klip tersebut memicu sesuatu yang oleh beberapa pengamat digambarkan sebagai badai internet yang dahsyat.

Spekulasi dimulai ketika pengguna media sosial mulai memeriksa pidato video Netanyahu secara detail mikroskopis. Satu bingkai tertentu dengan cepat menjadi titik fokus perdebatan. 

Analisis Visual: Jari Keenam dan Distorsi Digital

Dalam gambar diam itu, tangan Netanyahu tampak terdistorsi saat memberi isyarat di dekat mikrofon. Beberapa pengguna mengeklaim bahwa gambar tersebut tampak menunjukkan enam jari alih-alih lima, sesuatu yang sering disebut sebagai tanda khas pembuatan gambar AI.

Alat AI generatif secara historis kesulitan untuk membuat tangan manusia secara akurat. Karena itu, jari-jari yang terdistorsi menjadi salah satu penanda paling mudah dikenali yang digunakan orang ketika mencoba mengidentifikasi gambar sintetis.

Dalam beberapa jam, tweet dan unggahan Instagram yang menyoroti anomali yang diduga tersebut mulai menyebar dengan cepat di berbagai platform media sosial. Utas viral tersebut menyertakan tangkapan layar yang diperbesar dengan panah yang menunjuk ke arah jari tambahan yang diduga disertai dengan keterangan seperti, "Perhatikan baik-baik tangannya", "Kesalahan jari AI klasik" dan "Video ini jelas sintetis". Unggahan tersebut secara kolektif mengumpulkan jutaan tayangan, mendorong kontroversi tersebut ke wilayah tren.

Saat perdebatan semakin intensif, beberapa tagar yang terkait dengan video tersebut mulai menjadi tren di X. Beberapa unggahan membingkai klip tersebut sebagai bukti manipulasi AI, sementara yang lain menyarankan kemungkinan yang jauh lebih dramatis.

Teori Konspirasi dan Strategi Propaganda Digital 

Sejumlah unggahan viral berspekulasi bahwa video tersebut mungkin merupakan bagian dari strategi propaganda digital. Ini berpotensi dibuat untuk menyampaikan pesan selama perang yang sedang berlangsung tanpa memerlukan penampilan langsung.

Unggahan lain bahkan melangkah lebih jauh dengan mengeklaim video tersebut sebagai bukti bahwa para pemimpin politik semakin banyak menggunakan avatar AI atau rekaman sintetis selama komunikasi masa perang. Sementara seorang pengguna membagikan, "BERITA TERBARU: VIDEO TERBARU YANG DIRILIS OLEH PEMERINTAH ISRAEL MENUNJUKKAN BAHWA ITU DIBUAT OLEH AI KARENA NETANYAHU MEMILIKI 6 JARI Apakah Netanyahu sudah mati?" 

Pengguna lain mencuit, "Apakah ini benar-benar terjadi? Mengapa Israel merilis pidato AI oleh Netanyahu tadi malam? Di mana perdana menteri benar-benar memamerkan enam jari? Di mana dia? Di mana Ben Gvir? Dan mengapa tidak ada media berita Barat yang menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini? #Iran #Israel." 

Pengguna lain lagi mem-posting, "Tidak dapat dipungkiri bahwa video yang diklaim sebagai Netanyahu dipengaruhi oleh AI. Mengapa seorang pria yang gemar melakukan pembunuhan, kebohongan, dan propaganda tidak terlihat di depan umum selama berhari-hari? Tentu saja semakin sedikit dunia melihat monster ini semakin baik."

Meskipun klaim-klaim itu masih belum terverifikasi, hal ini mencerminkan betapa cepatnya spekulasi online dapat berkembang menjadi narasi yang rumit selama krisis geopolitik.

Fenomena Paranoia Deepfake di Era Krisis Geopolitik

Kontroversi video Netanyahu menyoroti fenomena yang lebih luas yang terjadi di internet yaitu paranoia deepfake. Alat kecerdasan buatan yang mampu menghasilkan video hiper-realistis meningkat secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir. Dengan perangkat lunak yang tepat, kini dimungkinkan untuk menghasilkan video tokoh publik yang mengucapkan kata-kata yang sebenarnya tidak pernah mereka ucapkan.

Karena pergeseran teknologi ini, pemirsa menjadi jauh lebih skeptis tentang keaslian media digital. Saat ini, ketika artefak visual yang tidak biasa muncul dalam video, baik itu bayangan aneh, tangan yang terdistorsi, atau latar belakang yang berkedip-kedip, banyak pemirsa langsung mencurigai manipulasi AI. Klip Netanyahu muncul tepat pada saat kecurigaan semacam itu kemungkinan besar akan meledak.

Video tersebut juga muncul selama salah satu periode paling bergejolak dalam geopolitik Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir. Konfrontasi yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat menghasilkan lonjakan besar konten perang daring. Di berbagai platform media sosial, pengguna sudah menyebarkan rekaman dugaan serangan rudal, gambar medan perang, pengumuman militer, dan tangkapan layar satelit.

Banyak dari unggahan itu ternyata menyesatkan, sudah usang, atau diubah secara digital. Akibatnya, lingkungan menjadi rawan kecurigaan. Setiap video baru yang terkait dengan konflik menghadapi pengawasan ketat dari audiens daring yang mencoba menentukan apakah video tersebut asli. Dalam iklim ini, bahkan hal-hal kecil pun menjadi sorotan. (Times of India/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya