Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Eks Penasihat Trump, Steve Bannon, Desak Putra Netanyahu Diusir dari AS dan Dikirim ke Perang Iran

Haufan Hasyim Salengke
01/4/2026 06:05
Eks Penasihat Trump, Steve Bannon, Desak Putra Netanyahu Diusir dari AS dan Dikirim ke Perang Iran
Eks penasihat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Steve Bannon.(AA)

MANTAN penasihat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Steve Bannon, menyerukan agar putra Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Yair Netanyahu, dideportasi dari Amerika Serikat (AS) dan dikirim ke garis depan perang melawan Iran.

Pernyataan itu disampaikan Bannon dalam wawancara di platform streaming sayap kanan “Real America’s Voice”. Tokoh berpengaruh dalam gerakan Make America Great Again (MAGA) ini mempertanyakan keberadaan Yair yang justru tengah berlibur di Miami saat konflik bersenjata sedang memuncak.

"Anak Netanyahu yang ada di Miami itu, tendang dia keluar besok. Di mana DHS (Departemen Keamanan Dalam Negeri) saat Anda membutuhkan mereka? Bawa dia kembali ke sana. Pakaikan seragam padanya. Biarkan dia berada di gelombang pertama (penyerangan)," tegas Bannon

Bannon juga melontarkan kritik kepada para pangeran dari negara-negara Teluk Arab sekutu Washington. Ia menilai mereka seharusnya dipulangkan dari kota-kota seperti London dan dikirim ke garis depan jika konflik meluas, terutama setelah AS mengindikasikan kemungkinan operasi darat.

Diketahui, baik Yair maupun saudaranya Avner belum menyelesaikan wajib militer di Israel meski telah cukup umur.

Bannon pernah menjabat sebagai penasihat senior Trump pada masa jabatan pertamanya dan hingga kini tetap menjadi salah satu suara berpengaruh dalam gerakan MAGA.

Sejak 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran yang dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei. Iran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, memicu korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan pada pasar global dan penerbangan. (AA/MEE/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya