Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Netanyahu Klaim Negara-Negara Arab Bentuk Aliansi dengan Israel Lawan Iran

Wisnu Arto Subari
31/3/2026 21:48
Netanyahu Klaim Negara-Negara Arab Bentuk Aliansi dengan Israel Lawan Iran
Ilustrasi.(Freepik)

PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengungkapkan klaim mengejutkan dalam rapat kabinet terbaru, Selasa (31/3). Ia menyatakan bahwa Israel tengah berada dalam proses pembentukan aliansi strategis dengan sejumlah negara Arab untuk menghadapi ancaman militer dari Iran.

Melansir laporan dari harian berbahasa Ibrani Maariv, Netanyahu menegaskan bahwa peta geopolitik di Timur Tengah telah berubah drastis. Negara-negara yang sebelumnya bersikap tertutup, kini mulai melihat Israel sebagai mitra keamanan yang krusial.

Transformasi Persepsi Ancaman Iran

Dalam pertemuan tersebut, Netanyahu mengenang kembali upaya diplomatik rahasia yang ia lakukan di masa lalu. Ia mengaku telah lama memperingatkan para pemimpin Arab mengenai ambisi ekspansi Teheran di kawasan tersebut.

"Di masa lalu, saya pernah melakukan percakapan rahasia dengan para pemimpin Arab," ujar Netanyahu sebagaimana dikutip dari Maariv. "Saya mengatakan kepada mereka, 'Begitu Iran mampu, mereka akan menaklukkan Anda dan menggulingkan kerajaan Anda.' Saat itu, mereka tidak benar-benar memahami hal itu. Namun, hari ini mereka sangat mengerti."

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa kekhawatiran akan stabilitas rezim dan kedaulatan nasional telah mendorong negara-negara Teluk untuk mengesampingkan perbedaan politik demi kerja sama pertahanan dengan Tel Aviv.

Negara-Negara Teluk Disebut Meminta Bantuan Israel

Klaim Netanyahu ini diperkuat oleh pernyataan Duta Besar Israel untuk Washington, Yechiel Leiter. Dalam sesi podcast What the Hell is Going On, Leiter mengungkapkan bahwa intensitas komunikasi dengan negara-negara Teluk meningkat pesat dalam satu bulan terakhir.

Beberapa poin penting yang disampaikan Leiter meliputi:

Negara Terlibat Status Hubungan Menurut Israel
Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain Menjadi sekutu yang jauh lebih kuat dan terbuka.
Arab Saudi Hubungan diklaim semakin dekat meski tanpa normalisasi formal.
Oman, Kuwait, dan Qatar Disebut mulai meminta bantuan teknis dan keamanan dari Israel.

"Beberapa sekutu kita telah menjadi sekutu yang lebih besar selama sebulan terakhir. Mereka telah meminta bantuan kita," tegas Leiter dalam podcast tersebut.

Masa Depan Keamanan Regional

Leiter juga mengisyaratkan adanya kemungkinan tindakan militer atau operasi intelijen bersama di masa depan. Menurutnya, sinergi antara kekuatan militer Israel dan dukungan logistik serta strategis dari negara-negara Arab akan mengubah perimbangan kekuatan di Timur Tengah.

“Israel dan sekutunya akan terus bertindak. Ini benar-benar dapat membuat perbedaan besar di masa depan,” tambahnya.

Meskipun klaim ini datang secara sepihak dari pihak Israel, hal ini mencerminkan dinamika The Enemy of My Enemy is My Friend yang semakin nyata. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Arab Saudi maupun Kuwait terkait klaim kerja sama militer langsung melawan Iran tersebut.

FAQ: Aliansi Israel dan Negara Arab

Apakah Arab Saudi sudah menormalisasi hubungan dengan Israel?

Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai normalisasi hubungan diplomatik (Abraham Accords) antara Arab Saudi dan Israel, tetapi kerja sama di bidang keamanan dilaporkan terus meningkat secara tertutup.

Mengapa negara Arab khawatir terhadap Iran?

Negara-negara Arab, khususnya monarki Teluk, mengkhawatirkan program nuklir Iran, pengembangan rudal balistik, serta pengaruh milisi pro-Iran di Yaman, Irak, dan Libanon.

Apa peran Amerika Serikat dalam aliansi ini?

Amerika Serikat berperan sebagai fasilitator utama dalam membangun arsitektur pertahanan udara terintegrasi di Timur Tengah yang melibatkan radar Israel dan pangkalan militer di negara-negara Arab. (Times of Israel/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya