Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
KORPS Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pada Selasa mengatakan bahwa mereka telah menghantam kapal kontainer Israel di Teluk Persia selama gelombang serangan ke-88 terhadap sasaran AS dan Israel.
"Selama serangan ini, Angkatan Laut IRGC menyerang kapal kontainer Express Halfong, yang merupakan milik rezim Zionis, di Teluk Persia menggunakan rudal balistik," menurut pernyataan IRGC yang dikutip oleh kantor berita Tasnim.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, termasuk di Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil.
Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah. (Ant/P-3)
PM Netanyahu mengeklaim negara-negara Arab kini meminta bantuan Israel untuk membentuk aliansi militer melawan Iran. Simak detail pengakuan mengejutkan ini.
Tidak hanya prajurit gugur, dua prajurit TNI lain atas nama Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto juga mengalami luka-luka.
SETIAP konflik pada akhirnya bisa dirundingkan, kecuali konflik yang mengatasnamakan Tuhan.
Pemerintah tidak bisa bersikap pasif dalam merespons insiden tersebut, mengingat pasukan penjaga perdamaian berada di bawah perlindungan hukum internasional.
Menurut Muzani, pemerintah harus mempertimbangkan menarik pasukan ketika tidak ada jaminan keselamatan di Libanon.
Ketegangan meningkat di Teluk Persia. AS pertimbangkan operasi darat di Pulau Kharg, sementara Iran perkuat pertahanan dengan ranjau dan sistem rudal MANPADS.
KETEGANGAN di kawasan Teluk kian memuncak setelah Iran mengeluarkan peringatan keras akan memasang ranjau di seluruh jalur komunikasi di Teluk Persia.
Iran klaim 200 pasukan AS tewas & luka dalam "Operation True Promise 4". Serangan rudal sasar pangkalan Al Dhafra & Armada ke-5 sebagai balas dendam atas Ali Khamenei.
Selat Hormuz kembali menjadi sorotan utama dalam dinamika geopolitik internasional seiring meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan Teheran akan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia jika negara adidaya itu melakukan serangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved