Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Netanyahu Klaim Unggul, Israel Justru Dikepung Serangan dari Tiga Arah

Ferdian Ananda Majni
29/3/2026 13:40
Netanyahu Klaim Unggul, Israel Justru Dikepung Serangan dari Tiga Arah
Benjamin Netanyahu.(Al Jazeera)

PERDANA Menteri Benjamin Netanyahu terus menyatakan bahwa Israel berada dalam posisi unggul dalam konflik yang berlangsung sekitar satu bulan serta menilai Iran semakin tertekan. Ia juga menegaskan bahwa operasi militer terhadap Iran akan terus dilanjutkan bersama Amerika Serikat.

Namun, klaim tersebut menuai kritik dari kalangan oposisi domestik. Mereka menilai situasi di lapangan tidak sepenuhnya mencerminkan pernyataan pemerintah serta mempertanyakan ketiadaan strategi keluar yang jelas dari konflik berkepanjangan ini. Oposisi juga menuding Netanyahu kerap melebih-lebihkan capaian militer Israel.

Di sisi lain, tekanan terhadap Israel justru meningkat. Negara tersebut terus menjadi target serangan drone dan rudal dari Iran. 

Selain itu, kelompok Hizbullah di Libanon turut meluncurkan roket. Kelompok Houthi di Yaman membuka front tambahan yang semakin memperumit situasi keamanan.

Laporan Al Jazeera yang dikutip Minggu (29/3) menyebut bahwa Israel mulai melakukan rasionalisasi penggunaan sistem pertahanan udaranya akibat tekanan berlapis dari berbagai arah. 

"Akibatnya, Israel mulai melakukan rasionalisasi penggunaan sistem pertahanan udaranya karena tekanan yang berlebihan, harus menghadapi ancaman rudal dan serangan dari berbagai arah sekaligus," demikian bunyi laporan tersebut.

Militer Israel pada Sabtu (28/3) malam mengumumkan pencegatan drone di atas kota pelabuhan Eilat yang diduga berasal dari Yaman. 

Meski demikian, ancaman utama tetap datang dari rudal balistik Iran yang terus diluncurkan secara berkala.

Dalam satu jam terakhir, sirene peringatan kembali berbunyi di wilayah selatan Israel, termasuk kawasan Negev, menyusul potensi serangan rudal dari Iran. 

Sebelumnya, salah satu serangan rudal Iran menghantam kota Beit Shemesh di Israel bagian tengah, menyebabkan kerusakan signifikan dan melukai 11 orang.

Sementara itu, pertempuran paling intens berlangsung di wilayah utara, khususnya sepanjang perbatasan dengan Libanon. 

Pasukan Israel terus melakukan operasi di Libanon selatan guna membentuk zona penyangga, sambil menghadapi perlawanan dari Hizbullah yang berupaya mempertahankan posisinya di dekat perbatasan.

Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun pemerintah Israel mengeklaim keunggulan, dinamika di lapangan tetap kompleks dan penuh tekanan dari berbagai arah konflik. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya