Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Protes Antiperang Meningkat di Israel, Ratusan Demonstran Bentrok dengan Polisi

Haufan Hasyim Salengke
29/3/2026 06:30
Protes Antiperang Meningkat di Israel, Ratusan Demonstran Bentrok dengan Polisi
Polisi Israel membubarkan protes antiperang di Tel Aviv dan beberapa kota Israel lainnya.(Ilia YEFIMOVICH/AFP)

GELOMBANG penolakan terhadap perang yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran sejak 28 Februari lalu mulai membesar. Ratusan warga Israel turun ke jalan di Tel Aviv dan Haifa pada Sabtu (28/3) waktu setempat, memicu bentrokan fisik dengan aparat keamanan yang berupaya membubarkan massa.

Meskipun jumlah massa belum menyamai puluhan ribu orang yang memprotes perang Gaza tahun lalu, partisipasi masyarakat dilaporkan terus meningkat. Unjuk rasa kali ini diikuti oleh sejumlah mantan anggota parlemen dan organisasi sayap kiri terkemuka seperti Standing Together, Peace Now, dan Woman Wage Peace.

Pihak kepolisian Israel menyatakan demonstrasi tersebut ilegal karena melanggar aturan keamanan masa perang yang membatasi kerumunan maksimal 50 orang akibat ancaman rudal dari Iran dan Libanon. Di Tel Aviv, setidaknya 13 orang ditangkap setelah polisi membubarkan massa dengan paksa, termasuk penggunaan teknik chokehold (pitingan leher) terhadap demonstran. Sementara di Haifa, lima orang lainnya ditahan karena memblokade jalan.

Kelompok aktivis menuding pemerintah berusaha membungkam perbedaan pendapat. "Pemerintah takut akan perluasan gerakan protes ini," tegas perwakilan kelompok tersebut dalam sebuah pernyataan resmi.

Berdasarkan jajak pendapat terbaru dari Israel Democracy Institute, dukungan publik terhadap perang masih tergolong tinggi namun mulai menunjukkan pergeseran. Sebanyak 78% warga Yahudi Israel mendukung perang. Namun secara keseluruhan, angka penolakan publik terhadap perang meningkat dari 4% pada awal Maret menjadi 11,5% pada akhir bulan ini. (CNA/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya