Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Menlu Iran: 600 Sekolah Hancur Akibat Serangan AS-Israel, 1.000 Siswa dan Guru Jadi Korban

Media Indonesia
28/3/2026 20:40
Menlu Iran: 600 Sekolah Hancur Akibat Serangan AS-Israel, 1.000 Siswa dan Guru Jadi Korban
Bangunan hancur akibat serangan AS-Israel di Iran(Anadolu)

MENTERI Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menyampaikan laporan mengejutkan dalam diskusi darurat Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa. Ia mengungkapkan bahwa sejak dimulainya aksi militer AS dan Israel pada 28 Februari 2026, lebih dari 600 sekolah di seluruh Iran telah hancur atau mengalami kerusakan berat.

Berbicara melalui sambungan video pada Jumat (27/3/2026), Araghchi merinci dampak kemanusiaan yang sangat besar, di mana lebih dari 1.000 siswa dan guru dilaporkan tewas atau terluka akibat serangan tersebut.

Tragedi Sekolah Dasar di Minab

Salah satu poin paling krusial dalam pidatonya adalah serangan terhadap sebuah sekolah dasar di Kota Minab, Iran selatan. Araghchi menyebut insiden itu sebagai serangan "terencana" yang menewaskan lebih dari 175 siswa dan guru.

"Mengingat teknologi paling canggih serta sistem militer dan data berpresisi tertinggi yang dimiliki penyerang, tidak ada yang dapat percaya bahwa serangan terhadap sekolah ini bukanlah tindakan yang disengaja," tegas Araghchi. Ia menyebut peristiwa di Minab sebagai kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang harus dikutuk secara tegas.

Menlu Iran menegaskan bahwa negaranya kini berada di tengah "guncangan perang ilegal" yang brutal dan tidak dapat dibenarkan. Ia mengecam pola serangan konsisten yang menyasar infrastruktur sipil vital, di antaranya:

  • Fasilitas Kesehatan: Rumah sakit, ambulans, dan tenaga medis.
  • Kemanusiaan: Tenaga penyelamat Bulan Sabit Merah.
  • Infrastruktur Energi & Air: Kilang minyak dan sumber air bersih.
  • Area Permukiman: Wilayah padat penduduk yang tidak memiliki nilai militer.

"Pola penargetan penyerang, yang disertai dengan retorika mereka, hampir tidak menyisakan keraguan mengenai niat jelas mereka untuk melakukan genosida," ujarnya di hadapan forum internasional tersebut.

Meskipun dalam posisi tertekan, Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak pernah menginginkan perang. Namun, ia memastikan rakyat Iran memiliki tekad kuat untuk membela diri dari segala bentuk agresi.

Ia menutup pernyataannya dengan seruan global agar pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kehancuran infrastruktur sipil dan jatuhnya korban anak-anak segera dimintai pertanggungjawaban di jalur hukum internasional.

(Ant/Xinhua/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya