Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menyampaikan laporan mengejutkan dalam diskusi darurat Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa. Ia mengungkapkan bahwa sejak dimulainya aksi militer AS dan Israel pada 28 Februari 2026, lebih dari 600 sekolah di seluruh Iran telah hancur atau mengalami kerusakan berat.
Berbicara melalui sambungan video pada Jumat (27/3/2026), Araghchi merinci dampak kemanusiaan yang sangat besar, di mana lebih dari 1.000 siswa dan guru dilaporkan tewas atau terluka akibat serangan tersebut.
Salah satu poin paling krusial dalam pidatonya adalah serangan terhadap sebuah sekolah dasar di Kota Minab, Iran selatan. Araghchi menyebut insiden itu sebagai serangan "terencana" yang menewaskan lebih dari 175 siswa dan guru.
"Mengingat teknologi paling canggih serta sistem militer dan data berpresisi tertinggi yang dimiliki penyerang, tidak ada yang dapat percaya bahwa serangan terhadap sekolah ini bukanlah tindakan yang disengaja," tegas Araghchi. Ia menyebut peristiwa di Minab sebagai kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang harus dikutuk secara tegas.
Menlu Iran menegaskan bahwa negaranya kini berada di tengah "guncangan perang ilegal" yang brutal dan tidak dapat dibenarkan. Ia mengecam pola serangan konsisten yang menyasar infrastruktur sipil vital, di antaranya:
"Pola penargetan penyerang, yang disertai dengan retorika mereka, hampir tidak menyisakan keraguan mengenai niat jelas mereka untuk melakukan genosida," ujarnya di hadapan forum internasional tersebut.
Meskipun dalam posisi tertekan, Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak pernah menginginkan perang. Namun, ia memastikan rakyat Iran memiliki tekad kuat untuk membela diri dari segala bentuk agresi.
Ia menutup pernyataannya dengan seruan global agar pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kehancuran infrastruktur sipil dan jatuhnya korban anak-anak segera dimintai pertanggungjawaban di jalur hukum internasional.
(Ant/Xinhua/P-4)
Donald Trump sempat menuding Iran atas serangan maut di SD Minab. Padahal, investigasi mengungkap rudal tersebut adalah Tomahawk milik AS yang salah sasaran akibat data intelijen usang.
TIM nasional Iran menunjukkan duka mendalam atas tragedi kemanusiaan di negaranya. Para pemain mengenakan ban hitam di lengan dan membawa tas sekolah saat lagu kebangsaan dikumandangkan.
Amerika dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, termasuk Teheran, sehingga menimbulkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.
Menurut pihak Iran, para korban merupakan anak-anak yang berada di sekolah untuk belajar dan mempersiapkan masa depan mereka.
Zakharova menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap aturan internasional dan menekankan bahwa fasilitas diplomatik harus dilindungi.
Kondisi tersebut membuat banyak negara berpotensi terseret ke dalam situasi ekonomi dan politik yang lebih sulit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved