Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEDUTAAN Besar Iran menyampaikan kecaman keras atas serangan yang menewaskan ratusan anak sekolah di kota Minab, Provinsi Hormozgan. Dalam pernyataan persnya, pemerintah Iran menyebut sedikitnya 175 siswi tewas dan lebih dari 95 anak lainnya terluka setelah sekolah dasar mereka menjadi sasaran serangan yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel.
Serangan tersebut dilaporkan menghantam Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh ketika para murid sedang mengikuti kegiatan belajar.
“Kami dengan duka mendalam mengecam gugurnya 175 anak siswi yang tidak bersalah serta puluhan lainnya yang terluka akibat serangan agresif Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap wilayah Republik Islam Iran,” demikian pernyataan Kedutaan Besar Iran.
Menurut pihak Iran, para korban merupakan anak-anak yang berada di sekolah untuk belajar dan mempersiapkan masa depan mereka. Namun mereka justru menjadi korban serangan rudal yang dinilai bertentangan dengan nilai kemanusiaan serta prinsip hukum internasional.
Pemerintah Iran menyatakan serangan terhadap fasilitas pendidikan dan warga sipil merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional. Mereka menilai tindakan tersebut melanggar prinsip perlindungan warga sipil dalam konflik bersenjata, termasuk aturan yang tercantum dalam Konvensi Jenewa.
“Penargetan sebuah sekolah dan pembunuhan anak-anak yang tidak berdaya merupakan pelanggaran nyata terhadap prinsip dasar hukum humaniter internasional,” kata pernyataan itu.
Iran juga menilai serangan tersebut melanggar prinsip pembedaan antara sasaran militer dan sipil yang menjadi dasar dalam hukum perang.
Menurut pemerintah Iran, serangan terjadi ketika negara itu sedang menempuh jalur diplomasi untuk meredakan konflik kawasan. Mereka menyebut tindakan militer terhadap wilayah sipil sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara sekaligus merusak upaya penyelesaian konflik secara damai.
Dalam pernyataan tersebut, Iran menegaskan bahwa pejabat Amerika Serikat telah mengakui keterlibatan dalam serangan itu. Pengakuan tersebut, menurut Teheran, menunjukkan adanya tanggung jawab langsung pihak pelaku dan memperkuat urgensi penyelidikan internasional.
Kedutaan Besar Iran juga mengingatkan sejumlah peristiwa sebelumnya yang menimbulkan korban sipil, termasuk penembakan pesawat penumpang Iran pada 1988 oleh kapal perang Amerika Serikat yang menewaskan 290 orang.
Iran menyerukan kepada komunitas internasional, organisasi Islam, lembaga hak asasi manusia, serta organisasi perlindungan anak untuk mengambil sikap tegas.
“Kami meminta hati nurani dunia untuk tidak berdiam diri. Tindakan ini harus dikecam dan para pelakunya harus dimintai pertanggungjawaban,” tulis pernyataan tersebut.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap para korban, Kedutaan Besar Iran di Indonesia menggelar acara doa bersama dan peringatan pada Sabtu (14/3). Kegiatan tersebut dilaksanakan di kediaman duta besar Iran dan dihadiri sejumlah anak-anak Indonesia.
Menurut pihak kedutaan, kehadiran anak-anak Indonesia dalam acara tersebut menjadi simbol solidaritas kemanusiaan terhadap para korban. “Kehadiran anak-anak dari berbagai bangsa dalam mengenang tragedi ini adalah suara hati nurani dunia bahwa penderitaan anak-anak di mana pun merupakan penderitaan seluruh umat manusia,” demikian pernyataan tersebut.
Iran berharap tragedi tersebut dapat membangkitkan kepedulian global untuk memperkuat upaya perdamaian dan perlindungan anak di tengah konflik bersenjata.
“Semoga kenangan para anak yang tidak bersalah ini menjadi pengingat bagi dunia agar tidak ada lagi sekolah yang menjadi sasaran perang dan tidak ada lagi anak yang menjadi korban kekerasan,” tulis Kedutaan Besar Iran. (Dhk/P-3)
Pada 28 Februari 2026, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran.
Menlu Sugiono sampaikan belasungkawa resmi Presiden Prabowo atas wafatnya Ali Khamenei kepada Dubes Iran.
KEDUTAAN Besar Republik Islam Iran di Indonesia menyambut positif langkah diplomasi tawaran mediasi Presiden Prabowo Subianto di tengah eskalasi konflik Iran, Amerika Serikat dan Israel.
KEDUTAAN Besar Republik Islam Iran di Jakarta, Rabu (14/1), menyampaikan klarifikasi terkait perkembangan unjuk rasa dan kerusuhan yang terjadi dalam demonstrasi Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved