Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Kedubes Iran di Jakarta Respons Positif Langkah Diplomasi Indonesia

Ferdian Ananda Majni
01/3/2026 17:10
Kedubes Iran di Jakarta Respons Positif Langkah Diplomasi Indonesia
Mendiang Presiden Iran Ebrahim Raisi melakukan salat di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada 2023(BAY ISMOYO / AFP)

KEDUTAAN Besar Republik Islam Iran di Indonesia menyambut positif langkah diplomasi berupa tawaran mediasi Presiden RI Prabowo Subianto di tengah eskalasi konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. 

Teheran mengapresiasi langkah Jakarta sekaligus meminta Indonesia mengambil sikap tegas terhadap agresi yang dituding dilakukan Washington dan Tel Aviv.

Sambutan tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia pada Minggu (1/3). Kedubes Iran menyampaikan apresiasi atas sikap Indonesia sekaligus mendorong pemerintah mengambil posisi tegas terhadap Washington dan Tel Aviv.

"Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia, dengan menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten Pemerintah dan rakyat Indonesia serta menyambut kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk melakukan mediasi dalam konflik ini, menegaskan pentingnya pengambilan sikap yang tegas oleh para pejabat Indonesia dalam mengutuk agresi dan kejahatan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel," demikian rilis resmi Kedubes Iran.

Dalam pernyataan tersebut, Iran juga memaparkan panjangnya riwayat permusuhan Amerika Serikat terhadap Teheran. 

Mereka menyebut intervensi dan agresi AS telah berlangsung sejak sekitar tujuh dekade lalu, yang disebut bermula dari kudeta terhadap Perdana Menteri Mohammad Mossadegh pada 19 Agustus 1953.

Menurut Kedubes, setelah peristiwa itu AS menjatuhkan sanksi politik dan ekonomi terhadap Iran, mendukung organisasi yang mereka sebut sebagai kelompok teroris termasuk Organisasi Mujahidin Khalq (MKO), serta dituding terlibat dalam pembunuhan warga sipil, pejabat politik, militer, dan ilmuwan nuklir Iran. 

Mereka juga menuding Washington menciptakan terorisme dan ekstremisme untuk mengoperasionalkan proyek Islamofobia dan Iranofobia secara global.

Iran juga menyinggung sejumlah insiden lain, termasuk penembakan pesawat Airbus Iran oleh kapal perang USS Vincennes di Teluk Persia, pembunuhan komandan Iran pada 2020 di Irak, dukungan AS terhadap serangan Israel di Damaskus pada April 2024, dukungan terhadap gempuran Israel ke pusat militer pada Oktober 2024, dukungan dalam serangan Juni 2025, serta tudingan pembajakan protes damai sipil pada Januari 2026.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan kesiapan Indonesia untuk memfasilitasi dialog apabila disetujui kedua pihak yang bertikai.

"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak," demikian rilis Kemlu pada Sabtu (28/2).

Kemlu juga menegaskan bahwa Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi.

Menurut Kemlu, peningkatan ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas kawasan serta perdamaian dan keamanan dunia.

"Indonesia sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran, yang telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah," tulis Kemlu RI.

Konflik memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama ke Iran menyusul kegagalan Washington dan Teheran mencapai kesepakatan dalam negosiasi nuklir tidak langsung. 

Selama proses perundingan, Presiden AS, Donald Trump, berulang kali memperingatkan akan melakukan serangan apabila tidak tercapai kesepakatan. Trump menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dan menginginkan pembatasan ketat terhadap program rudal balistik negara tersebut. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya