Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Menlu Turki: Israel Hambatan Terbesar Perdamaian Timur Tengah

Haufan Hasyim Salengke
29/3/2026 06:47
Menlu Turki: Israel Hambatan Terbesar Perdamaian Timur Tengah
Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan.(AA)

MENTERI Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menyebut Israel sebagai hambatan terbesar bagi perdamaian di kawasan Timur Tengah karena dinilai terus memanfaatkan pengaruh strukturalnya dalam politik Amerika Serikat (AS) sembari menjalankan agenda strategis yang lebih luas.

Berbicara dalam siaran langsung di stasiun televisi Turki, Fidan mengatakan perang yang berlangsung “di depan mata dunia” membawa konsekuensi serius, tidak hanya bagi stabilitas regional tetapi juga politik global. Ia menegaskan sejak awal prioritas Turki adalah mencegah konflik meluas, mengendalikan eskalasi, serta menjaga agar negaranya tidak terseret ke dalam perang.

Fidan kembali menekankan bahwa posisi Israel tetap menjadi penghalang utama tercapainya perdamaian. Ankara, kata dia, terus mendorong gencatan senjata segera dan penyelesaian diplomatik.

Menurut Fidan, Israel memanfaatkan pengaruhnya di politik domestik AS untuk mempertahankan kelanjutan konflik. Ia memperingatkan bahwa jika Israel melihat peluang untuk memperdalam atau memperluas perang berdasarkan kalkulasi strategisnya, maka langkah itu akan terus diambil.

“Pada titik ini, hambatan terbesar bagi perdamaian adalah posisi Israel,” ujarnya.

Fidan juga menyoroti meningkatnya tekanan domestik yang dihadapi pemerintah AS menjelang pemilu mendatang. Ia menyebut tujuan militer awal Washington--mulai dari menargetkan kemampuan nuklir Iran hingga infrastruktur rudal dan industri pertahanannya--telah dinyatakan sebagian besar tercapai.

Menurut dia, publik Amerika dan komunitas internasional kini mempertanyakan alasan kelanjutan perang yang berdampak serius terhadap ekonomi global.

“Jika tujuan-tujuan itu telah tercapai, mengapa perang yang membawa konsekuensi ekonomi global besar masih berlanjut?” kata Fidan.

Ia menambahkan, tekanan tersebut memicu upaya-upaya diplomatik, meski dilakukan secara hati-hati. Namun, tantangan utama tetap pada ketidakmampuan komunitas internasional memberikan tekanan efektif terhadap Israel, sebagaimana yang terjadi dalam konflik di Gaza.

Fidan menilai, apabila Washington ingin mencapai kesepakatan dengan Iran, maka AS harus bersedia menggunakan pengaruhnya secara lebih tegas terhadap Israel.

“Jika Washington ingin mencapai kesepakatan dengan Iran, maka harus siap menggunakan pengaruh serius terhadap Israel. Kita akan melihat siapa yang dapat memengaruhi siapa,” ujarnya.

Ia memperingatkan bahwa selain kerusakan langsung, konflik berisiko meninggalkan instabilitas jangka panjang dan perpecahan antarmasyarakat yang bisa menghambat pemulihan kawasan selama beberapa dekade. (Daily Sabah/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya