Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Sudah 4 Pekan, Israel Kembali Larang Muslim Beribadah di Al-Aqsa

Cahya Mulyana
27/3/2026 21:09
Sudah 4 Pekan, Israel Kembali Larang Muslim Beribadah di Al-Aqsa
Tentara Israel(Anadolu)

OTORITAS Israel terus melarang umat Muslim melaksanakan shalat Jumat di Masjid Al-Aqsa, situs suci ketiga dalam Islam, untuk pekan keempat berturut-turut, dengan kawasan tersebut tetap ditutup sejak akhir Februari 2026 di bawah kebijakan darurat terkait perang dengan Iran.

Polisi Israel menutup gerbang masjid dan mengerahkan pasukan di seluruh Kota Tua Yerusalem untuk mencegah jamaah memasuki kompleks.

Penutupan dilakukan setelah serbuan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran, dengan alasan arahan Komando Front Dalam Negeri melarang adanya kerumunan besar.

Sejak saat itu, ibadah di masjid hanya dibatasi untuk penjaga dan anggota Waqf Islam yang mengelola situs tersebut.

Otoritas Israel juga menutup Gereja Makam Kudus, salah satu situs suci terpenting bagi umat Kristen.

Sejumlah saksi kepada Anadolu menyatakan polisi mencegah warga Palestina melaksanakan ibadah di jalan-jalan dekat tembok Kota Tua, termasuk di Jalan Salah al-Din (Salahuddin).

Seruan sempat beredar di Yerusalem agar umat beribadah sedekat mungkin dengan Al-Aqsa akibat penutupan tersebut. Namun, warga Palestina memilih melaksanakan shalat di masjid-masjid kecil di seluruh kota.

Sebelumnya pada Rabu (25/3), pemerintah Israel memperpanjang status darurat hingga pertengahan April, meskipun belum jelas apakah penutupan masjid akan berlangsung hingga waktu tersebut.

Israel menutup Al-Aqsa setelah dimulainya perang dengan Iran pada 28 Februari dengan alasan keamanan, sementara Iran melancarkan serangan balasan berupa rudal dan drone yang menargetkan Israel serta kepentingan AS di kawasan sebagai bentuk pertahanan diri.

Otoritas Israel juga melarang pelaksanaan shalat Idul Fitri di lokasi tersebut tahun ini, yang merupakan pertama kalinya sejak Israel menduduki Yerusalem Timur pada 1967.

Meski mendapat kecaman dari negara-negara Arab dan Muslim, otoritas Israel belum membuka kembali masjid. Sejumlah jamaah di Yerusalem Timur menilai penutupan tersebut tidak berdasar dan bermotif politik. (Ant/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya