Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Pejabat Senior Hamas Kecam Utusan Board of Peace Soal Pelucutan Senjata sebagai Syarat Rekonstruksi Gaza

Haufan Hasyim Salengke
27/3/2026 07:21
Pejabat Senior Hamas Kecam Utusan Board of Peace Soal Pelucutan Senjata  sebagai Syarat Rekonstruksi Gaza
Board of peace (BoP) bentukan Presiden Donald Trump dirancang untuk mengakhiri konflik global, dimulai dari rekonstruksi besar-besaran di Gaza, Palestina.(Dok. Sekretariat Presiden)

PEJABAT senior Hamas, Bassem Naim, melontarkan kritik tajam terhadap Utusan Tinggi Board of Peace (BoP), Nickolay Mladenov, terkait pernyataannya di Dewan Keamanan PBB yang mendorong pelucutan senjata Hamas sebagai prasyarat rekonstruksi Gaza.

Naim menilai Mladenov telah bertindak melampaui kewenangannya dan justru menjadi penyambung lidah bagi kepentingan Israel dan Amerika Serikat (AS). Menurutnya, prasyarat tersebut bertentangan dengan kesepahaman yang telah dicapai sebelumnya.

"Mladenov mencoba untuk menjadi 'lebih raja daripada raja itu sendiri'. Ia mencoba memutarbalikkan jalannya peristiwa demi melayani agenda pendudukan," tegas Naim dalam pernyataan resminya,seperti dikutip The Times of Israel, Kamis (26/3).

Pernyataan tersebut menjadi respons pertama Hamas atas pengungkapan Mladenov mengenai prinsip-prinsip proposal pelucutan senjata yang diajukan mediator kepada Hamas awal bulan ini.

Menurut Naim, syarat tersebut bertentangan dengan kesepahaman sebelumnya dan dinilai menguntungkan kepentingan Israel. Ia juga menuduh Israel belum melaksanakan bagian mana pun dari fase awal kesepakatan serta tidak memberikan jaminan atas komitmen selanjutnya.

Naim turut menuding Mladenov bertindak seolah mewakili kepentingan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan pemerintahnya, alih-alih menjalankan mandat sebagai utusan perdamaian.

Selain itu, Hamas mempersoalkan sikap Mladenov yang tidak secara eksplisit menyalahkan salah satu pihak atas dugaan pelanggaran gencatan senjata. Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas melaporkan sekitar 750 warga Palestina tewas akibat serangan Israel sejak gencatan senjata diumumkan pada Oktober lalu, tanpa membedakan antara warga sipil dan kombatan.

Naim menilai pendekatan tersebut justru memperburuk situasi dan gagal menghadirkan stabilitas maupun keamanan di kawasan.

Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak Mladenov maupun pemerintah Israel terkait pernyataan Hamas tersebut. (B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya