Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Kebrutalan Israel: Bocah 13 Tahun Tewas Ditembak di Tenda Gaza dan Ibu Dibunuh di Reineh

Haufan Hasyim Salengke
25/3/2026 12:01
Kebrutalan Israel: Bocah 13 Tahun Tewas Ditembak di Tenda Gaza dan Ibu Dibunuh di Reineh
Sejak gencatan senjata resmi berlaku pada 11 Oktober 2025, sebanyak 687 nyawa tetap melayang dan 1.849 lainnya luka-luka akibat serangan Israel.(WAFA)

KEKERASAN bersenjata oleh pasukan Israel kembali memakan korban jiwa dari kalangan warga sipil Palestina, termasuk anak-anak dan perempuan, di Jalur Gaza hingga wilayah Galilee.

Koresponden kantor berita WAFA melaporkan, Selasa (24/3) waktu setempat, seorang bocah laki-laki berusia 13 tahun, Khaled Saif al-Din Arada, tewas seketika setelah ditembus peluru pasukan Israel. Ironisnya, korban ditembak saat berada di dalam tenda pengungsiannya di kawasan Al-Mawasi, Khan Younis--wilayah yang sebelumnya diklaim sebagai zona aman bagi pengungsi.

Di lokasi lain, yakni Al-Mawasi sektor Rafah, tiga warga sipil termasuk seorang remaja putri berusia 17 tahun turut menjadi korban luka akibat tembakan dari kendaraan militer Israel. Serentetan serangan udara juga dilaporkan menyasar kelompok warga sipil di dekat Pemakaman Al-Sawarka, Az-Zawayda, yang menewaskan empat orang lainnya.

Berdasarkan data medis terkini, agresi yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023 telah menggelembungkan angka kematian hingga mencapai 72.263 jiwa. Fakta yang lebih memprihatinkan, sejak gencatan senjata resmi berlaku pada 11 Oktober 2025, sebanyak 687 nyawa tetap melayang dan 1.849 lainnya luka-luka akibat eskalasi sporadis.

Di luar garis pertempuran Gaza, duka mendalam juga menyelimuti Kota Reineh, Galilee (Wilayah 1948). Seorang ibu tewas secara keji setelah ditembak di depan kedua putrinya saat mereka berada di sebuah peternakan kuda.

Insiden ini kembali menyulut api kemarahan komunitas Arab di Israel. Mereka menuding kepolisian Israel melakukan pembiaran sistematis dan gagal meredam gelombang kejahatan terorganisasi yang menyasar warga keturunan Arab.

Sepanjang 2026, tercatat sudah 68 nyawa melayang akibat kekerasan di komunitas Arab, lima di antaranya adalah perempuan. Angka ini menjadi bukti nyata rapor merah otoritas keamanan setempat dalam memberikan perlindungan yang setara bagi seluruh warga negara. (B-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya