Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KELOMPOK milisi kuat yang didukung Iran di Irak, Kataib Hizbullah, mengumumkan penghentian sementara serangan terhadap Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad. Jeda serangan ini berlaku selama lima hari, terhitung sejak Kamis (19/3/2026), namun dengan serangkaian syarat ketat bagi AS dan Israel.
Keputusan ini diambil setelah Kedubes AS menghadapi rentetan serangan roket dan drone sejak perang dengan Iran meletus hampir tiga minggu lalu. Kataib Hizbullah memperingatkan mereka akan merespons dengan serangan yang "lebih intens" jika tuntutan mereka diabaikan.
Sekretaris Jenderal Kataib Hizbullah menyatakan telah mengeluarkan perintah untuk menangguhkan operasi tersebut. Namun, kelompok yang dikategorikan Washington sebagai organisasi teroris ini menetapkan beberapa kondisi utama:
Penghentian serangan Israel terhadap warga sipil dan pengeboman di pinggiran selatan Beirut, Lebanon.
Penghentian serangan udara di daerah pemukiman di Baghdad dan provinsi Irak lainnya.
Pembatasan ruang gerak personel CIA, yang diminta untuk tetap berada di dalam kompleks kedutaan dan dilarang beroperasi di luar area tersebut.
"Kapan pun musuh melanggar gencatan senjata ini, respons akan diberikan segera," tegas pernyataan resmi kelompok tersebut, sembari memperingatkan adanya eskalasi serangan setelah periode lima hari berakhir.
Sejauh ini, sistem pertahanan udara AS dilaporkan berhasil mencegat sebagian besar proyektil yang menargetkan kompleks diplomatik dan pusat logistik di Bandara Internasional Baghdad. Namun, ketegangan tetap tinggi setelah serangan udara di perbatasan Irak-Suriah pada Rabu kemarin menewaskan tiga pejuang dari aliansi Hashed al-Shaabi.
Di tengah ketegangan militer, Irak kini menghadapi ancaman kelumpuhan ekonomi. Pemerintah Irak mengonfirmasi bahwa impor gas dari Iran terhenti total pada Rabu waktu setempat. Penghentian ini menyusul kecaman Teheran atas serangan AS-Israel terhadap fasilitas gas mereka di ladang South Pars.
Juru bicara Kementerian Listrik Irak, Ahmed Moussa, menyatakan bahwa terhentinya pasokan gas ini mengakibatkan hilangnya daya listrik sebesar 3.100 megawatt. "Hal ini tentu akan berdampak pada jaringan listrik nasional," ujar Moussa kepada Kantor Berita Irak (INA).
Meski Irak memiliki cadangan minyak melimpah, pembangkit listrik mereka sangat bergantung pada gas impor dari Iran untuk memenuhi sepertiga kebutuhan nasional. Saat ini, sebagian besar rumah tangga di Irak terpaksa mengandalkan generator pribadi akibat pemadaman listrik harian yang semakin parah.
Irak mencoba mencari celah ekonomi dengan menyepakati ekspor minyak melalui pipa Turki di pelabuhan Ceyhan, setelah jalur utama di Selat Hormuz efektif ditutup oleh Iran. Namun, jumlah yang diekspor hanya sebesar 250.000 barel per hari, sangat kecil dibandingkan angka 3,5 juta barel sebelum perang pecah. Kondisi ini memperburuk penerimaan negara, mengingat penjualan minyak menyumbang 90 persen pendapatan luar negeri Irak. (CNN/AFP/Z-2)
Eks Kepala Kontraterorisme AS Joe Kent mengungkap fakta mengejutkan pasca-mundur. Ia menyebut tak ada intelijen soal serangan Iran dan adanya pembungkaman suara kritis.
Joe Kent menyebut suara-suara penentang di intelijen AS dibungkam sebelum Trump memutuskan perang dengan Iran. Tulsi Gabbard pun tersudut dalam sidang Senat.
Federal Reserve resmi menahan suku bunga di level 3,5%-3,75%. Jerome Powell soroti dampak ketidakpastian perang terhadap inflasi dan tegaskan tak akan mundur.
Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard dan Direktur CIA John Ratcliffe berikan testimoni mengejutkan yang kontradiktif dengan klaim perang Iran Presiden Trump.
Kedubes Iran siap memfasilitasi masyarakat RI yang ingin menyalurkan donasi dan dukungan secara langsung kepada negaranya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved