Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional Amerika Serikat, Joe Kent, melontarkan pernyataan mengejutkan terkait proses pengambilan keputusan Presiden Donald Trump sebelum meluncurkan perang melawan Iran. Kent menyebut banyak pengambil keputusan penting sengaja dihalangi untuk memberikan pendapat mereka kepada Presiden.
Dalam wawancara bersama Tucker Carlson, Kent membandingkan proses saat ini dengan serangan AS ke situs nuklir Iran tahun lalu yang menurutnya masih diwarnai "debat yang kuat". Namun, dalam eskalasi terbaru ini, mekanisme kontrol dan keseimbangan dari komunitas intelijen justru ditiadakan.
"Menjelang iterasi terakhir ini, sejumlah besar pengambil keputusan utama tidak diizinkan datang dan menyampaikan pendapat mereka kepada presiden," ujar Kent. Ia menambahkan bahwa kemampuan komunitas intelijen untuk memberikan penilaian objektif atau sanity check saat memberikan pengarahan kepada presiden "sebagian besar dibungkam."
Kesaksian Kent ini seolah terkonfirmasi dalam sidang ancaman global di Senat. Sidang tersebut memperlihatkan kontras yang tajam antara Direktur Intelijen Nasional (DNI) Tulsi Gabbard dan Direktur CIA John Ratcliffe.
Gabbard, yang posisi jabatannya dikabarkan sedang terancam, tampak sangat berhati-hati agar tidak berseberangan dengan Gedung Putih. Ia bahkan kedapatan menghilangkan bagian penting dari penilaian intelijen yang menyatakan bahwa program nuklir Iran sebenarnya telah "hancur total" akibat pemboman AS dan Israel tahun lalu.
Penghilangan fakta tersebut disoroti oleh Senator Mark Warner dari Partai Demokrat. Gabbard terlihat berusaha keras untuk tidak membantah klaim Presiden Trump bahwa perang saat ini dipicu oleh "ancaman mendesak" dari program nuklir Iran. Hal ini ironis mengingat Gabbard pernah mencalonkan diri sebagai presiden pada 2020 dengan platform anti-perang, khususnya menentang perang dengan Iran.
Di sisi lain, Direktur CIA John Ratcliffe menunjukkan sikap yang lebih independen. Ia secara terbuka tidak sejalan dengan narasi Gedung Putih terkait keterlibatan Rusia dalam konflik ini.
Sebelumnya, negosiator utama Trump untuk Iran, Steve Witkoff, menyatakan Vladimir Putin telah membantah memberikan bantuan militer kepada Iran. Witkoff menyebut pihak AS memercayai kata-kata Putin tersebut. Namun, saat ditanya dalam sidang hari Rabu, Ratcliffe dengan tegas menyatakan hal yang berbeda.
"Saya tidak memercayai kata-kata Putin," ujar Ratcliffe. Ia bahkan menawarkan untuk memberikan rincian lebih lanjut mengenai dukungan Rusia terhadap Iran, termasuk pasokan drone dan bantuan satelit untuk menargetkan militer AS, dalam sidang tertutup berikutnya.
Pengunduran diri publik Joe Kent, yang merupakan ajudan terdekat Gabbard, semakin menyudutkan posisi DNI. Kent secara terbuka mengkritik keputusan Trump untuk berperang dan menegaskan Iran tidak memberikan ancaman mendesak bagi Amerika Serikat. (BBC/CNN/Z-2)
Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard dan Direktur CIA John Ratcliffe berikan testimoni mengejutkan yang kontradiktif dengan klaim perang Iran Presiden Trump.
Dalam pidato yang telah disiapkan, dia mengatakan bahwa Iran dan proksinya tetap mampu menyerang kepentingan AS dan sekutunya di Timur Tengah.
Intelijen AS peringatkan stok uranium Iran capai rekor tertinggi. Teheran disebut terus kembangkan rudal dan UAV untuk tekan posisi AS dan sekutu di Timur Tengah.
Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent mengundurkan diri sebagai protes atas perang Iran. Ia menyebut klaim "ancaman mendesak" adalah bohong, memicu keretakan di internal loyalis Trump.
Amerika Serikat konfirmasi 3 anggota militer tewas dan 5 luka-luka akibat operasi terhadap Iran. USS Abraham Lincoln aman meski misil diluncurkan.
Eks Kepala Kontraterorisme AS Joe Kent mengungkap fakta mengejutkan pasca-mundur. Ia menyebut tak ada intelijen soal serangan Iran dan adanya pembungkaman suara kritis.
Federal Reserve resmi menahan suku bunga di level 3,5%-3,75%. Jerome Powell soroti dampak ketidakpastian perang terhadap inflasi dan tegaskan tak akan mundur.
Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard dan Direktur CIA John Ratcliffe berikan testimoni mengejutkan yang kontradiktif dengan klaim perang Iran Presiden Trump.
Ketegangan AS-Kuba memuncak. Presiden Díaz-Canel tuduh AS manfaatkan krisis listrik untuk invasi, sementara Trump beri sinyal tindakan segera.
Wakil presiden tidak memberikan penjelasan lebih lanjut, dengan mengatakan bahwa ia tidak ingin mendahului Presiden Donald Trump
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved