Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Turki Terbitkan Surat Penangkapan untuk PM Israel Netanyahu atas Tuduhan Genosida

Thalatie K Yani
08/11/2025 09:50
Turki Terbitkan Surat Penangkapan untuk PM Israel Netanyahu atas Tuduhan Genosida
Kejaksaan Istanbul keluarkan surat penangkapan terhadap PM Israel Benjamin Netanyahu dan 36 pejabat lainnya atas tuduhan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. (Media Sosial X)

PEMERINTAH Turki, melalui Kejaksaan Agung Istanbul, Jumat (8/11) mengeluarkan surat penangkapan terhadap Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dan 36 pejabat tinggi Israel lainnya, atas tuduhan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Dalam pernyataannya, kantor kejaksaan menyebut daftar tersebut mencakup nama-nama penting seperti Menteri Pertahanan Israel Katz, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir, serta Kepala Staf Militer Eyal Zamir. Mereka dituduh bertanggung jawab atas kejahatan yang dilakukan terhadap warga Gaza dan terhadap armada kapal bantuan kemanusiaan yang dicegat pasukan Israel bulan lalu.

Langkah ini memicu reaksi keras dari Israel. Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar menilai keputusan itu sebagai “aksi pencitraan politik” dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

“Di Turki pimpinan Erdogan, lembaga peradilan sudah lama menjadi alat untuk membungkam lawan politik dan menahan jurnalis, hakim, serta wali kota,” ujar Sa’ar melalui media sosial, merujuk pada penahanan Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu awal tahun ini dalam kasus korupsi dan terorisme.

Sementara itu, kelompok Hamas menyambut keputusan Turki tersebut. “Langkah ini menegaskan posisi mulia rakyat dan kepemimpinan Turki,” kata pernyataan resmi Hamas.

Langkah hukum ini muncul di tengah pembahasan internasional mengenai pembentukan pasukan keamanan multinasional untuk Gaza, bagian dari rencana gencatan senjata 20 poin yang digagas Presiden AS Donald Trump. Pertemuan beberapa negara mayoritas Muslim di Istanbul awal pekan ini membahas pembentukan International Stabilization Force (ISF) yang bertujuan melatih pasukan polisi Palestina baru dan membantu menstabilkan wilayah Gaza.

AS sebelumnya menyebut Turki sebagai salah satu negara yang berperan penting dalam mendesak Hamas agar menyetujui gencatan senjata, namun Israel menolak kehadiran pasukan Turki di Gaza. 

Wakil Presiden AS JD Vance menegaskan setiap penempatan pasukan asing di Gaza harus mendapat persetujuan Israel.

Surat penangkapan dari Turki ini datang hampir setahun setelah Mahkamah Pidana Internasional (ICC) juga mengeluarkan surat serupa terhadap Netanyahu dengan tuduhan kejahatan perang. Saat itu, kantor Perdana Menteri Israel menyebut tuduhan ICC sebagai “absurd dan antisemitik.” (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik